Dark/Light Mode

Dentons HPRP Law And Regulations Outlook 2025

Zonasi Lahan Data Center Dan Terobosan AI Kesehatan Jadi Sektor Strategis

Kamis, 20 Februari 2025 19:41 WIB
Seminar Dentons HPRP Law and Regulation Outlook 2025, Masa Depan Sektor Strategis di Pemerintahan Baru: Zonas8 Lahan Data Center dan Terobosan AI DI Sektor Kesehatan, di Shangrila Hotel, Jakarta, Kamis (20/2/2025). Foto: Istimewa
Seminar Dentons HPRP Law and Regulation Outlook 2025, Masa Depan Sektor Strategis di Pemerintahan Baru: Zonas8 Lahan Data Center dan Terobosan AI DI Sektor Kesehatan, di Shangrila Hotel, Jakarta, Kamis (20/2/2025). Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Dari perspektif regulator, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan/Chief Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan Setiaji menegaskan pentingnya AI dalam pembangunan data kesehatan nasional, guna menciptakan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan berkualitas.

Dikatakan, visi Pemerintah adalah data kesehatan digital terintegrasi dan dilindungi. AI di bidang kesehatan saat ini mirip seperti perbankan 30 tahun lalu. Bagaimana perbankan mendigitalkan data 30 tahun lalu, ini yang dilakukan Kementerian Kesehatan saat ini.

"Data kesehatan setiap masyarakat ditangkap dari sejak awal, bahkan saat masih dikandungan. Ini karena masih tingginya kasus stunting di Indonesia," terangnya.

Baca juga : Bear Brand Gelar Program Edukasi dan Cek Kesehatan Gratis

Partner Dentons HPRP Nashatra Prita menyoroti pentingnya regulasi yang adaptif agar AI dapat berkembang tanpa menghambat inovasi bisnis. Di sisi lain, dia mengingatkan penyedia jasa adalah pihak yang menerima manfaat dari pasien, sehingga harus mendapatkan persetujuan dari pasien untuk melakukan transfer data. "Gap inilah yang perlu diisi dan diatur oleh regulasi," jelasnya.

Di sektor data center, Pandu Sjahrir Founding Partner AC Ventures mengulas tantangan utama yang menghambat percepatan pembangunan infrastruktur digital di tanah air.

Ia menyoroti bahwa dibandingkan dengan negara lain, Indonesia masih perlu mengejar ketertinggalan dalam pengembangan data center, terutama dalam mendukung kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan pertumbuhan ekonomi digital.

Baca juga : Electricity Connect 2024 Hasilkan 8 Kesepakatan Kerja Sama Strategis

"Indonesia menjadi tempat yang sangat menarik untuk data center. Semakin banyak data center di Indonesia, maka biaya komunikasi yang harus dikeluarkan masyarakat akan semakin murah dan semakin cepat penyebaran informasi kepada masyarakat," paparnya.

Selain masalah lahan dan infrastuktur, Pandu menekankan faktor penentu keberhasilan perkembangan data center dan teknologi AI di Indonesia adalah kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Bahkan, dia meyakini jika Indonesia berhasil membangun banyak data center, maka SDM berkualitas yang sudah bekerja di luar negeri akan kembali ke Indonesia.

Baca juga : Perda Lembaga Adat Masyarakat Dan Pemajuan Kebudayaan Betawi Jadi Prioritas

"Bangun data center tidak soal uang dan lahan saja, tetapi SDM. Data center dapat menjadi alasan menarik diaspora untuk kembali ke Indonesia. Kalau anda tidak ingin SDM terbaik kabur aja ke luar negeri, ciptakan lapangan kerja di Indonesia yang melibatkan SDM berkualitas," jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.