Dark/Light Mode

Gandeng Primetals Technologies,GRP Siap Pasok Baja HRC Tanpa Karbon Ke Pasar Eropa

Rabu, 26 Februari 2025 10:48 WIB
Kerja sama  antara GRP dengan Primetals Technologies, Selasa (25/2/2025). (Foto: Istimewa)
Kerja sama antara GRP dengan Primetals Technologies, Selasa (25/2/2025). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP), produsen baja nasional, siap menjadi pemasok baja hot rolled coils (HRC) atau baja gulungan canai panas tanpa emisi karbon untuk pasar Eropa. 

Executive Chairman GRP Kimin Tanoto, mengatakan kesiapan tersebut, setelah adanya penandatangan kesepakatan antara GRP dengan Primetals Technologies Ltd pada 25 Februari 2025. 

"Kesepakatan senilai jutaan dolar AS ini menjadikan GRP sebagai pemasok pertama baja HRC tanpa emisi karbon langsung, di luar Tiongkok, untuk pasar Eropa," ujar Kimin dalam keterangannya, Rabu (26/2/2025).

Dalam kesepakatan tersebut, GRP akan mengintegrasikan konsep Arvedi ESP dari Primetals Technologies, sebuah teknologi revolusioner yang menghubungkan langsung proses-proses casting dan rolling dalam mode tanpa henti. 

Selain itu, juga memungkinkan produksi baja dengan ketebalan sangat tipis.

Baca juga : Dukung Target NDC, Indonesia Siap Luncurkan Bursa Karbon Internasional

Teknologi Arvedi Endless Casting and Rolling (ESP) adalah teknologi pertama yang dikembangkan untuk produksi baja gulungan yang menghilangkan penggunaan bahan bakar fosil, sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca langsung menjadi nol. 

Produksi yang akan dimulai pada 2027 tersebut, mendukung rencana GRP untuk menggandakan kapasitas produksi menjadi 2.500.000 ton baja rendah karbon. 

Dari jumlah tersebut, lebih dari 50 persen akan diekspor ke Uni Eropa (EU). 

Adapun Lingkup kerja Primetals Technologies mencakup penyediaan peralatan teknologi lengkap, termasuk mesin high speed caster  dan rolling mill  dengan konfigurasi 3+5 stands, serta solusi kelistrikan dan otomasi penuh untuk menyelesaikan konfigurasi pabrik ESP. 

"Kesepakatan tersebut memperkuat status GRP sebagai pionir baja rendah karbon di kawasan Asia," ujar Kimin.

Baca juga : Kadin Indonesia dan Kadin Provinsi Siap Manfaatkan Akses Pasar ke Eropa

Selain itu, hal ini akan semakin mempertegas keunggulan kompetitifnya saat melakukan ekspor dalam masa penetapan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa.

Kimin menambahkan GRP telah menetapkan standar baru dalam produksi baja berkelanjutan dan menangkap peluang nilai premium hijau yang terus berkembang di pasar. 

Manfaat lingkungan dari teknologi ini, lanjutnya, termasuk nol emisi CO2 langsung, konsumsi energi yang lebih rendah, serta penghapusan proses canai dingin dan annealing, mendorong pengurangan emisi nyata dalam industri baja global. 

Executive Vice President dan Head of Global Business Unit Upstream di Primetals Technologies Andreas Viehboeck, menambahkan lini Arvedi ESP di GRP akan menjadi pabrik ke-13 di dunia, yang menerapkan konsep revolusioner endless casting and  rolling dari Primetals Technologies.

Sementara itu, Kelvin Fu, Chief Transformation Officer GRP mengatakan, adopsi teknologi Arvedi ESP dari Primetals Technologies, memungkinkan GRP bertransformasi dari produsen komoditas baja mentah menjadi produsen baja berkualitas tinggi dalam waktu singkat.

Baca juga : Gandeng Pengusaha, Menteri Ara Ingin Bangun Rusun Tanpa APBN Di Johar Baru

Kelvin menambahkan, integrasi pabrik ESP yang baru ini, lanjutnya, tidak hanya akan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal di Indonesia. 

"Selain itu membuka berbagai produk baja berkualitas lebih tinggi untuk pasar domestik dan internasional," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.