Dark/Light Mode

KON Soroti Dampak Merger Grab-Gojek

Sabtu, 10 Mei 2025 15:05 WIB
Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana merger antara dua perusahaan transportasi daring terbesar di Indonesia, Grab Holdings Ltd. dan GoTo Gojek Tokopedia, menuai sorotan dari Koalisi Ojol Nasional (KON).

Organisasi ini menyatakan kekhawatiran atas potensi dampak negatif terhadap mitra pengemudi ojek online (ojol), persaingan usaha, dan struktur tarif layanan.

Menurut KON, merger ini dapat memunculkan dominasi pasar oleh satu entitas yang berpotensi menaikkan tarif dan memangkas pendapatan mitra pengemudi.

Baca juga : Selamat Bertugas Prabowo-Gibran

Selain itu, KON menilai merger ini berisiko mematikan perusahaan pesaing serta mengurangi alternatif platform bagi pengemudi.

"Jika perusahaan aplikator lain tersingkir, para mitra tidak lagi punya daya tawar. Pendapatan bisa terganggu dan peluang kerja menyempit," kata Ketua Presidium Nasional KON, Andi Kristiyanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/5).

KON juga menyoroti potensi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Baca juga : Smooth Dan Bergejolak

Serta mendesak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan pemerintah untuk membatalkan rencana merger ini.

“Pemerintah harus hadir sebagai pengatur dan pelindung,” tambah Andi.

KON mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mempertimbangkan kembali dampak sosial-ekonomi dari konsolidasi dua perusahaan besar tersebut, khususnya terhadap keberlangsungan hidup para mitra pengemudi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.