Dewan Pers

Dark/Light Mode

Buah Naga Indonesia Bakal Banjiri China

Minggu, 19 Januari 2020 21:53 WIB
Kebun buah naga di Bali (Foto: Humas Kementan)
Kebun buah naga di Bali (Foto: Humas Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Buah naga menjadi komoditas hortikultura yang berpotensi ekspor. Berdasarkan data statistik, ekspor buah naga Indonesia pada 2018 mencapai 76 ton. Negara tujuan ekspor antara lain Malaysia, Singapura, Jepang, dan negara-negara Eropa seperti Belanda, Italia, dan Spanyol.

Kini, ekspor buah naga juga akan menyasar China. Protokol ekspornya telah ditandatangani Indonesia dan China selain manggis, salak, pisang dan lengkeng. 

Berita Terkait : Seru, Menteri Bambang Nonton Final Indonesia Masters Bareng Anak

Untuk memastikan Indonesia telah melaksanakan prosedur dan memenuhi persyaratan  sesuai dengan protokol ekspor buah naga,  tim dari General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) melakukan audit kebun dan packing house buah naga di Indonesia pada 14 - 20 Januari 2020 di Banyuwangi dan Bali. Salah satu persyaratan dalam protokol ialah buah naga yang diekspor berasal dari kebun dan packing house yang teregistrasi.

"Direktorat Jenderal Hortikultura berkomitmen untuk melakukan pembinaan penerapan Good Agriculture Practices (GAP), sehingga kebun tersebut dapat teregistrasi, " ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) Yasid Taufik.

Berita Terkait : ABC President Indonesia Tingkatkan Investasi di Pabrik Karawang

Berdasarkan update data registrasi per Januari 2020, lahan buah naga yang telah teregistrasi seluas 129.648, 68 hektare yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali. Saat ini juga terdapat lima packing house yang telah diregistrasi oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan baik pusat maupun daerah. Program lainnya antara lain adalah fasilitas promosi pelaku usaha melalui program misi dagang dan pameran. [KAL]