Dark/Light Mode

Anjlok Hampir 7 Persen Dalam Sepekan, IHSG Terpuruk Lagi

Sabtu, 25 April 2026 07:30 WIB
IHSG anjlok. (Foto: Ilustrasi, dibuat Oleh AI/Gemini)
IHSG anjlok. (Foto: Ilustrasi, dibuat Oleh AI/Gemini)

 Sebelumnya 
Sementara itu, di Jepang, indeks Nikkei menguat setelah inflasi naik dari 1,3 persen menjadi 1,5 persen. Namun, kenaikan tersebut masih terbatas karena berada di bawah target Bank of Japan (BoJ) sebesar 2 persen. 

Dari dalam negeri, IHSG juga tertekan setelah Fitch Ratings menurunkan outlook kredit empat bank besar Indonesia, yakni Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Negara Indonesia (BBNI), dari stabil menjadi negatif. 

Di sisi lain, pemerintah mengamankan pasokan 150 juta barel minyak mentah dari Rusia sebagai bagian dari strategi energi nasional di tengah konflik Timur Tengah. 

Baca juga : Hari Ke-4, 15.349 Jemaah Haji Diberangkatkan

Nico menambahkan, pada sesi pertama perdagangan, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain BNBA, BRNA, RODA, DIVA, dan CTTH. Sementara saham yang mengalami penurunan terbesar yakni SKBM, HOPE, LPPF, KOBX, dan DEFI. 

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut, pergerakan IHSG masih berada dalam fase downtrend. Tekanan juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp 17.310 per dolar AS pada awal perdagangan Kamis (24/4). 

"Posisi pergerakannya masih berada di fase downtrend, dan berpeluang menutup gap-gap yang terjadi beberapa waktu lalu," jelasnya. 

Baca juga : Hendri Satrio: Usulan Ideal, Tapi Parpol Selalu Cari Jalan Pintas

Ia menambahkan, konflik di Timur Tengah masih menjadi sentimen negatif Dee, meski gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlangsung. Dari sisi domestik, Herditya menilai terdapat risiko fiskal yang berpotensi memicu perubahan outlook ekonomi Indonesia, sehingga mendorong arus keluar dana asing dari pasar domestik. 

"Dari dalam negeri masih terdapat risiko fiskal yang mengakibatkan rerating terhadap outlook Indonesia, diperkirakan hal ini menyebabkan outflow," pungkasnya. 

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri, IHSG akan tetap mampu bertengger di level 10.000 pada tahun ini. Dia optimis, seiring waktu IHSG akan lekas bangkit meskipun pergerakannya saat ini masih sangat bergejolak, imbas dari sentimen negatif kondisi perekonomian global yang tengah tertekan perang di Timur Tengah dan kenaikan harga komoditas energi. 

Baca juga : Hendrawan Supratikno: Kami Selalu Utamakan Kader Internal Partai

"Bisa lah. Ini kan masih gonjang-ganjing. Kalau ekonominya-ekonominya bagus, nanti naik cepat," kata Purbaya di Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026). 

Purbaya menegaskan, fokus pemerintah saat ini ialah menjaga daya tahan perekonomian Indonesia dari terpaan ketidakpastian ekonomi global. Ketika ekonomi mampu menjaga tren pertumbuhan yang cepat, ia meyakini IHSG otomatis ikut terkerek naik. 

"Makanya fokus saya adalah jaga itu. Bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan adjust otomatis ke fundamental ekonominya," pungkasnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.