Dark/Light Mode

Buka Ruang Partisipasi Publik Kawal Pangan Nasional

Bos Bulog Ajak Mahasiswa Study Tour Cek Stok Beras

Sabtu, 9 Mei 2026 06:30 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kanan) saat menjelaskan tentang ketersediaan stok beras kepada perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Indonesia, di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (6/5/2026). (Foto: Dok. Bulog)
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kanan) saat menjelaskan tentang ketersediaan stok beras kepada perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Indonesia, di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (6/5/2026). (Foto: Dok. Bulog)

 Sebelumnya 
“Kami sudah menyewa gudang tambahan dengan kapasitas total 2 juta ton,” tambahnya. 

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto disebut turut mendukung penguatan cadangan pangan melalui pembangunan 100 gudang baru pada tahun ini. 

Rizal menambahkan, capaian stok tersebut tidak terlepas dari optimalisasi penyerapan gabah dan beras dalam negeri. 

Hingga 6 Mei 2026, realisasi penyerapan telah mencapai lebih dari 2,4 juta ton atau sekitar 64 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton. 

Baca juga : RI Pimpin Transformasi Digital Kawasan ASEAN

“Stok ini cukup untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia sampai tahun depan. Walaupun nanti ada El Nino, kita masih aman karena stoknya banyak,” tegasnya. 

Menurut dia, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor, mulai dari Pemerintah Pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian lapangan, hingga partisipasi masyarakat. 

Rizal berharap, mahasiswa dapat berperan sebagai agen literasi sekaligus pengawas sosial dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. 

“Teman-teman mahasiswa ini ada yang berasal dari luar Jakarta, seperti Nias, Solo, hingga Jember. Silakan cek juga gudang Bulog di daerah masing-masing. Kami terbuka, bahkan anak SMA juga ada program study tour ke gudang Bulog,” ujarnya. 

Baca juga : Beban TPST Bantargebang Makin Berat, Saatnya Warga Diajak Kelola Sampah Mandiri

Salah satu peserta, mahasiswa Universitas Trilogi Jakarta, Hanny Fatimah, mengaku baru pertama kali melihat langsung proses pengolahan dan penyimpanan beras di gudang Bulog. 

Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai kondisi stok pangan nasional. 

“Selama ini mahasiswa menyampaikan aspirasi lewat demonstrasi di jalan. Sekarang kami diajak berdialog langsung dengan Menteri Pertanian dan Direktur Utama Bulog yang menjelaskan kondisi stok beras secara terbuka. Ini penting sebagai bentuk keterbukaan informasi,” kata Hanny kepada Rakyat Merdeka

Hanny mengapresiasi study tour ke gudang Bulog di daerah lainnya, dan berharap kegiatan tersebut selalu ada. 

Baca juga : Liverpool Vs Chelsea, Duel Raksasa Pesakitan

“Karena ini menyangkut data nasional, harapannya bukan hanya satu gudang saja yang dibuka, tetapi juga gudang di daerah lain,” ujarnya. 

Hal senada disampaikan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Emon Wirawan Harefa. Ia menilai, kunjungan tersebut penting untuk membangun kepercayaan publik yang berbasis fakta lapangan. 

“Kami melihat langsung stok beras Bulog di Jakarta. Ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan pangan nasional berjalan baik dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan,” tukasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.