Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Selangkah Lagi, Luis de la Fuente Ukir Sejarah
- Fabio Calonego Bakal 2 Musim Lagi Bareng Persija
- Tak Masuk Proyeksi Musim 2026/27, Persib Lepas Dimas Drajad
- Luke Anthony Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Timnas Menuju Piala Dunia 2030
- Kasus Korupsi & TPPU, Polisi Limpahkan Don Ritto ke Kejagung Besok
Bahlil: 60 Persen Gas Masela Untuk Kebutuhan Dalam Negeri
Kamis, 16 Juli 2026 19:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan mayoritas produksi gas dari Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sedikitnya 60 persen produksi gas akan dialokasikan bagi pasar domestik guna mendukung hilirisasi industri, ketahanan energi, dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan saat groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026)
Bahlil mengatakan pemanfaatan gas untuk kebutuhan nasional menjadi prioritas agar kekayaan sumber daya alam Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, minimal 60 persen produksi gas akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan domestik, sedangkan maksimal 40 persen dapat dialokasikan untuk ekspor," ujar Bahlil.
Baca juga : Pemerintah Atur Perdagangan Digital Lindungi UMKM dan Produk Dalam Negeri
Menurutnya, sebagian gas dari Blok Masela akan dimanfaatkan untuk mendukung program hilirisasi nasional. PT Pupuk Indonesia akan membangun industri hilirisasi di kawasan tersebut, sementara pasokan gas juga akan disalurkan ke PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (PGN), serta sejumlah perusahaan swasta.
"Sebagian gas tersebut juga akan digunakan untuk mendukung program hilirisasi. PT Pupuk Indonesia akan membangun industri hilirisasi di wilayah ini. Selain itu, pasokan gas juga akan diberikan kepada PLN, PGN, dan beberapa perusahaan swasta untuk meningkatkan nilai tambah serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Bahlil menjelaskan Proyek LNG Abadi Masela memiliki nilai investasi sekitar US$20,95 miliar atau hampir Rp390 triliun. Proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun dan 35 ribu barel kondensat per hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan lifting minyak dan gas nasional.
Baca juga : Di Sidang Perdana, Mantan Ketua Ombudsman Didakwa Terima Suap 4,8 M
Selain memperkuat ketahanan energi, proyek tersebut diperkirakan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang besar. Pemerintah memproyeksikan penerimaan negara mencapai sekitar US$37,8 miliar, ditambah kontribusi pajak tidak langsung sekitar US$6,43 miliar selama masa konstruksi dan operasi.
Proyek ini juga diperkirakan menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja langsung pada masa konstruksi. Saat memasuki tahap operasi, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai 800 hingga 1.000 orang.
Bahlil menegaskan pemerintah meminta operator proyek mengutamakan tenaga kerja dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya sebelum merekrut pekerja dari daerah lain maupun luar negeri.
Baca juga : KPK: Pemeriksaan Eks Sekjen MPR Untuk Memperkuat Alat Bukti
"Selama tenaga kerja yang dibutuhkan tersedia di daerah ini, gunakanlah tenaga kerja dari daerah ini terlebih dahulu. Jangan sampai masyarakat setempat merasa bahwa investasi masuk, tetapi mereka sendiri tidak menjadi prioritas," tegasnya.
Sebagai bagian dari komitmen transisi energi, Proyek LNG Abadi Masela juga akan dilengkapi fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS) yang berfungsi menangkap dan menyimpan emisi karbon dioksida dari proses produksi, sehingga mendukung pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya