Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ribuan Peternak Ayam Terancam Gulung Tikar Gara-gara Corona
Jumat, 3 April 2020 22:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ribuan peternak ayam terancam gulung tikar akibat permintaan yang semakin berkurang. Hal ini terjadi karena makin masifnya wabah virus corona (Covid-19) dan adanya pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar.
Kadma Wijaya, salah satu peternak ayam mengatakan, permintaan ayam merosot 50 persen gara-gara corona dan pembatasan sosial. “Pasar sudah banyak yang tutup, warung-warung makan banyak yang tidak buka, karena masyarakat sudah tidak boleh ke mana-mana. Perusahaan besar juga mengandalkan pasar becek untuk menjual ayamnya,” katanya di Jakarta, Jumat (3/4).
Kadma menjelaskan, dari sisi harga jual saja, kerugian yang sudah harus ditanggung peternak bisa mencapai Rp 7.000/kg. Bila biaya produksi mencapai Rp 18.000/kg sementara harga jual hanya Rp 11.000/kg ayam. Rata-rata, satu ekor ayam bisa 1,5 kg, satu ekor ayam bisa mengalami kerugian sekitar Rp 10.000 per ekor.
Baca juga : Membangun Optimisme Masyarakat Di Tengah Wabah Corona
“Ini baru dua minggu pembatasan. Belum sebulan. Sebulan akan rugi berapa?. Karena kondisi seperti ini bisa stuck. Belum ada pencerahan. Di beberapa kabupaten menerapkan karantina parsial itu pengaruh orang jadi nggak bisa kemana-mana," ujarnya
Menurutnya, pemerintah perlu mengembalikan harga di tingkat peternak menjadi minimal Rp18.000/kg sebagai harga acuan. Setidaknya bila harga jual mencapai Rp18.000/kg peternak tidak merugi.
“Kami tidak aneh-aneh permintaannya. Beli ayam-ayam kami saja sudah membuat kami senang dengan harga acuan sesuai biaya produksi. Kalau diberi pinjaman lunak, kalau ayamnya tidak ada yang membeli juga percuma,” jelasnya.
Baca juga : Begini Cara Pertamina Perkuat UMKM di Tengah Wabah Corona
Ketua Umum Perhimpunan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), Singgih Januratmoko menambahkan, peternak rakyat paling terpukul menghadapi pandemi corona. "Kami peternak ayam skala UMKM ini terancam gulung tikar bila pemerintah tidak melakukan apa-apa," ujarnya.
Padahal, peternak skala UMKM ini menyerap sekitar 12 juta tenaga kerja. Ia mengusulkan bantuan pemerintah selama darurat pandemi corona, dialokasikan juga untuk peternak rakyat. Caranya dengan membeli ayam yang ada di peternak kecil. “Pemerintah buat pasar murah bentuknya tidak hanya beras, uang tunai tapi juga dalam bentuk daging ayam,” katanya.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita mengaku enggan memberikan pernyataan lebih jauh. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya