Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Punya Daya Tahan Di Tengah Tekanan Global
Mandiri Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,34 %
Sabtu, 5 September 2026 06:40 WIB
Lebih Tinggi Dari Proyeksi
Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri Dian Ayu Yustina mengatakan, ekonomi Indonesia diperkirakan tetap tumbuh positif hingga akhir tahun.
“Berdasarkan proyeksi terbaru kami, pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang 2026 diperkirakan dapat mencapai 5,34 persen, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 5,2 persen,” ucap Dian.
Baca juga : Hanya Mitra Bisnis, Beijing Jaga Jarak Dengan Teheran
Belanja Pemerintah dan investasi menjadi penggerak utama ekonomi pada kuartal II-2026. Dian merinci, belanja Pemerintah tumbuh sekitar 16 persen, meski melambat dari 21 persen pada kuartal I-2026.
Akselerasi tersebut didorong program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan infrastruktur.
Sementara investasi pada kuartal II-2026 tumbuh 6,9 persen, terutama ditopang investasi bangunan terkait proyek infrastruktur Pemerintah serta investasi kendaraan yang didorong permintaan domestik, terutama kendaraan niaga.
Baca juga : Cadangan Air DKI Masih Aman Hingga Akhir 2026
Memasuki kuartal III-2026, sejumlah indikator awal mulai membaik. Penjualan ritel pada Juli 2026 kembali mencatat pertumbuhan positif setelah sebelumnya berada di zona negatif.
Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia juga kembali masuk zona ekspansi di level 50,2 pada Juli 2026.
Meski demikian, risiko inflasi masih perlu dicermati. Bank Mandiri memperkirakan, inflasi akhir 2026 berada di sekitar 3,5 persen atau di batas atas sasaran inflasi BI, dengan potensi tekanan dari harga minyak global yang masih tinggi dan penguatan El Nino yang dapat menekan harga pangan.
Baca juga : Kenangan Buruk Si Ular
Dian memproyeksi, BI Rate bertahan di level 5,75 persen hingga akhir tahun. Ruang kenaikan suku bunga dinilai relatif kecil, sehingga kebijakan BI diperkirakan lebih banyak diarahkan pada instrumen makroprudensial untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung likuiditas perbankan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya