Dark/Light Mode

Punya Daya Tahan Di Tengah Tekanan Global

Mandiri Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,34 %

Sabtu, 5 September 2026 06:40 WIB
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi (ketiga kiri) berbincang dengan (dari kiri) Head of Mandiri Institute Andre Simangunsong, Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri Dian Ayu, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, Head of Industry & Regional Research Department Bank Mandiri Dendi Ramdani, dan Head of Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat di sela acara Mandiri Macro & Market Brief Q3-2026 Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Foto: M Qori/RM.id)
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi (ketiga kiri) berbincang dengan (dari kiri) Head of Mandiri Institute Andre Simangunsong, Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri Dian Ayu, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, Head of Industry & Regional Research Department Bank Mandiri Dendi Ramdani, dan Head of Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat di sela acara Mandiri Macro & Market Brief Q3-2026 Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Foto: M Qori/RM.id)

 Sebelumnya 
 

Lebih Tinggi Dari Proyeksi

Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri Dian Ayu Yustina mengatakan, ekonomi Indonesia diperkirakan tetap tumbuh positif hingga akhir tahun.

“Berdasarkan proyeksi terbaru kami, pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang 2026 diperkirakan dapat mencapai 5,34 persen, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 5,2 persen,” ucap Dian.

Baca juga : Hanya Mitra Bisnis, Beijing Jaga Jarak Dengan Teheran

Belanja Pemerintah dan investasi menjadi penggerak utama ekonomi pada kuartal II-2026. Dian merinci, belanja Pemerintah tumbuh sekitar 16 persen, meski melambat dari 21 persen pada kuartal I-2026.

Akselerasi tersebut didorong program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan infrastruktur.

Sementara investasi pada kuartal II-2026 tumbuh 6,9 persen, terutama ditopang investasi bangunan terkait proyek infrastruktur Pemerintah serta investasi kendaraan yang didorong permintaan domestik, terutama kendaraan niaga.

Baca juga : Cadangan Air DKI Masih Aman Hingga Akhir 2026

Memasuki kuartal III-2026, sejumlah indikator awal mulai membaik. Penjualan ritel pada Juli 2026 kembali mencatat pertumbuhan positif setelah sebelumnya berada di zona negatif.

Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia juga kembali masuk zona ekspansi di level 50,2 pada Juli 2026.

Meski demikian, risiko inflasi masih perlu dicermati. Bank Mandiri memperkirakan, inflasi akhir 2026 berada di sekitar 3,5 persen atau di batas atas sasaran inflasi BI, dengan potensi tekanan dari harga minyak global yang masih tinggi dan penguatan El Nino yang dapat menekan harga pangan.

Baca juga : Kenangan Buruk Si Ular

Dian memproyeksi, BI Rate bertahan di level 5,75 persen hingga akhir tahun. Ruang kenaikan suku bunga dinilai relatif kecil, sehingga kebijakan BI diperkirakan lebih banyak diarahkan pada instrumen makroprudensial untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung likuiditas perbankan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.