Dark/Light Mode

Punya Daya Tahan Di Tengah Tekanan Global

Mandiri Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,34 %

Sabtu, 5 September 2026 06:40 WIB
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi (ketiga kiri) berbincang dengan (dari kiri) Head of Mandiri Institute Andre Simangunsong, Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri Dian Ayu, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, Head of Industry & Regional Research Department Bank Mandiri Dendi Ramdani, dan Head of Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat di sela acara Mandiri Macro & Market Brief Q3-2026 Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Foto: M Qori/RM.id)
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi (ketiga kiri) berbincang dengan (dari kiri) Head of Mandiri Institute Andre Simangunsong, Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri Dian Ayu, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, Head of Industry & Regional Research Department Bank Mandiri Dendi Ramdani, dan Head of Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat di sela acara Mandiri Macro & Market Brief Q3-2026 Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Foto: M Qori/RM.id)

 Sebelumnya 
 

Bank Mandiri Tumbuh Solid

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, kondisi ekonomi yang tetap resilient menjadi landasan bagi perseroan untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkualitas.

Hal ini tercermin dari penyaluran kredit bank only yang tumbuh 19,9 persen yoy menjadi Rp 1.592 triliun per Juni 2026, melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri sebesar 12,7 persen yoy.

Sedangkan laba bersih konsolidasi perseroan mencapai Rp 30,4 triliun, tumbuh 24,4 persen yoy.

Baca juga : Hanya Mitra Bisnis, Beijing Jaga Jarak Dengan Teheran

Pertumbuhan kredit masih didominasi segmen korporasi yang tumbuh sekitar 20 persen. Sedangkan pertumbuhan kredit konsumer dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) relatif melambat.

Dari sisi kualitas aset, Non Performing Loan (NPL) tertinggi masih berada di segmen UMKM dan ritel, meski pergerakannya mulai menunjukkan stabilisasi.

Ari menambahkan, pada semester II-2026, Bank Mandiri akan melanjutkan pertumbuhan bisnis dengan tetap menjaga kualitas kredit.

“Kami ingin penyaluran kredit yang tumbuh kuat dan berkualitas, serta terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis Pemerintah dalam menggerakkan sektor riil,” kata Ari.

Baca juga : Cadangan Air DKI Masih Aman Hingga Akhir 2026

Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri tercatat Rp 1.710 triliun atau tumbuh 17,1 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK industri sekitar 10,2 persen yoy.

Sementara Dian menilai, perbaikan permintaan domestik diharapkan membuat pertumbuhan kredit ke depan lebih merata. Namun, likuiditas masih menjadi perhatian di sektor perbankan.

“Likuiditas masih menjadi isu utama di sektor perbankan. Dalam beberapa bulan terakhir, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) meningkat dan berada di kisaran 88 persen,” ucapnya.

Dian menekankan, semester I-2026 cukup menantang akibat faktor global, defisit perdagangan pada Mei dan Juni, serta capital outflow. Namun, likuiditas perbankan diperkirakan berangsur membaik pada semester II-2026.

Baca juga : Kenangan Buruk Si Ular

“Tentu harus didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang diharapkan dapat membantu likuiditas perbankan dan mendorong pertumbuhan kredit ke depan,” tukas Dian. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.