Dark/Light Mode

Pulihkan Ekonomi Baru

Pemerintah Pasang Target Dongkrak Turis Lokal 70 Persen

Senin, 15 Juni 2020 07:50 WIB
Menpar dan Kreatif, Wishnutama Kusubandio
Menpar dan Kreatif, Wishnutama Kusubandio

RM.id  Rakyat Merdeka - Kontribusi turis domestik harus ditingkatkan hingga 70 persen. Saat ini, baru sekitar 50 persen. Hal ini dilakukan untuk menggenjot pemulihan sektor pariwisata.

Untuk itu, pemerintah lagi menyiapkan aturan terkait protokol kesehatan di destinasi wisata untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan. 

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Odo RM Manuhutu mengatakan, banyak negara di dunia, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis sekitar 70 persen PDB diperoleh dari turis domestik. 

Di negara lain seperti Brazil, China, dan India, kontribusi turis domestik bahkan mencapai 90 persen. 

“Arahan Menko Luhut B Pandjaitan, bahwa turis domestik yang akan mendorong dan menopang sektor pariwisata. Indonesia sendiri sebesar 54-56 persen ditopang oleh turis domestik dan sisanya dari mancanegara,” ujarnya di Jakarta, kemarin 

Baca juga : Pulihkan Ekonomi, Inggris Mau Longgarkan Aturan Social Distancing

Odo melihat sektor pariwisata selama periode pandemi mengalami penurunan tajam dan berdampak pada rendahnya penerimaan devisa negara dan anjloknya perekonomian masyarakat. 

Odo menegaskan, pemerintah mendorong sektor quality tourism, atau destinasi wisata, SDM pariwisata, dan atraksinya yang lebih berkualitas. Karena, Travel and Tourism Index memberi catatan Indonesia perlu lebih memperhatikan kebersihan dari setiap destinasi wisata. 

Kemenko Kemaritiman dan Investasi bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, KLHK, dan PUPR akan mengembangkan program CHS (Clean, Hygiene, and Safety). 

“Kami juga akan bersinergi dengan Kementerian BUMN dan lembaga terkait lainya, sebab ini adalah kerja terintegrasi,” jelasnya. 

Odo menambahkan untuk mendorong aktivitas pariwisata, Kemenko Kemaritiman dan Investasi bersama beberapa kementerian terkait telah merampungkan draf regulasi mengenai terkait protokol kesehatan. 

Baca juga : Jika Tren Corona Turun, Akhir November Turis Asing Bakal Ramai Lagi

Saat ini, rancangan aturan tersebut telah berada di Kementerian Kesehatan yang rencananya akan dikeluarkan dalam waktu dekat. Protokol kesehatan pada sektor pariwisata, kata Odo, akan memudahkan stakeholder baik di pusat maupun daerah untuk kembali mengembangkan pariwisata. 

“Kita juga sudah dapat masukan dari asosiasi. Jadi ini sifatnya dua arah dengan memperhatikan aspirasi pelaku industri pariwisata juga. Intinya ini akan membangun trust bagi wisatawan, bahwa destinasi wisata nasional sudah menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya. 

Odo mengaku, lagi merancang pembukaan perjalanan wisata atau travel bubble guna mendatangkan wisatawan mancanegara. Pada tahap awal travel bubble menyasar 4 negara China, Korea Selatan, Jepang, dan Australia. 

“Sebagai langkah awal kami buka dulu dengan 4 negara dan menyusul untuk negara lain, tentu saja protokol kesehatan adalah aspek utama. Persyaratan untuk wisatawan yang akan datang ke Indonesia juga sedang kami godok bersama Kemenlu dan kementerian terkait. Salah satu yang akan kami dorong adalah baik wisman maupun domestik wajib menggunakan aplikasi Bersatu Lawan Covid-19,” tuturnya. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio meminta industri yang bergerak di sektor wisata dan ekonomi kreatif melakukan remodelling atau penyesuaian bisnis. Hal tersebut dilakukan agar mampu bertahan di masa pandemi dan setelahnya. 

Baca juga : Pemerintah Siapkan Stimulus Bagi Pelaku Usaha Rp 1,85 Triliun

Menurutnya, remodelling tersebut mesti berfokus pada aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan. 

Namun, ia mengakui upaya ini membutuhkan protokol dari pemerintah, utamanya dalam menghadapi masa normal baru atau new normal. 

“Kami telah menyiapkan protokol dan saat ini sedang dilakukan harmonisasi dari semua kementerian yang tangani bidangbidang tertentu untuk nantinya diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan,” katanya. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.