Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Garuda Caplok Sriwijaya Air
BKS: Bisa Setop Perang Tarif
Jumat, 16 November 2018 17:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Langkah Garuda Indonesia melalui anak usahanya, Citilink mencaplok Sriwijaya Air diapresiasi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Sebab, hal ini bisa mengurangi perang tarif pesawat. BKS-sapaan akrab Budi Karya Sumadi-menilai aksi yang dilakukan oleh Garuda akan berdampak positif bagi kedua perusahaan. “Saya mendukung merger yang dilakukan Garuda dengan Sriwijaya. Ini akan meningkatkan kinerja, apalagi Citilink adalah suatu armada yang baik, efisien dan sekarang kinerjanya positif,” ujarnya di Jakarta, kemarin.
Bukan cuma itu, kerja sama kedua maskapai bisa meminimalisir perang tarif di industri maskapai. Dengan meredam perang tarif, diharapkan ada titik keseimbangan yang bisa dicapai para operator agar keseluruhan biaya bisa tertutup berikut marginnya. “Jadi katakanlah avtur naik. Berarti harga pokoknya naik, tapi kalau masih ada perang tarif maka terjadi suatu masalah. Kami harapkan ini perang tarif diakhiri dan ada suatu keseimbangan agar cost bisa di-cover, tapi masih ada margin yang memungkinkan korporasi berkembang,” cetusnya.
BKS juga berharap dengan adanya merger kedua perusahaan tersebut bisa memperbaiki dunia penerbangan di Tanah Air. Kerja sama ini bisa mengurangi menumpuknya frekuensi penerbangan di suatu rute penerbangan sehingga bisa dialihkan ke tempat lain yang lebih membutuhkan. “Dengan merger mereka tambah solid menentukan rute-rute, membagi rute. Sehingga mereka bisa membagi ke seluruh daerah secara merata dan masuk ke daerah pertarungan yang membuat mereka sendiri bermasalah,” tuturnya.
Baca juga : Yusril Banting Setir, Banting Tarif Juga?
Untuk diketahui, Garuda Indonesia Group melalui anak perusahaannya, PT Citilink Indonesia mengambil alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air. Hal ini direalisasikan dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO) yang dilakukan oleh Citilink dengan Sriwijaya dan PT NAM Air. KSO tersebut telah ditandatangani pada 9 November 2018.
KSO yang dikelola sepenuhnya oleh Citilink ini akan segera melaksanakan tugasnya setelah proses internal di masing-masing perusahaan diselesaikan. Kerja sama ini juga dapat ditingkatkan lagi ke level kepemilikan saham Sriwijaya Group yang akan diatur kemudian.
Bahkan pada akhir perdagangan kemarin, saham Garuda Indonesia melesat 19 persen ke level Rp 238. Di lantai bursa, emiten berkode GIAA menghijau sepanjang perdagangan Kamis (15/11). GIAA bergerak pada kisaran harga Rp 200-252 per saham, dan ditutup naik 38 poin atau 19 persen ke level Rp238 per saham.
Baca juga : Mau Terbang Lagi, Merpati Disuruh Beresin Utang Dulu
Komisaris Utama Garuda Indonesia Agus Santoso menjelaskan, salah satu alasan Garuda Indonesia mengambil alih Sriwijaya Air karena maskapai tersebut memiliki masalah finansial. “Sriwijaya itu kan salah satu airplane yang melayani masyarakat Indonesia. Keuangan mereka kurang sehat,” katanya. Menurut dia, Sriwijaya memiliki rekam jejak yang baik di dunia penerbangan meskipun mereka masuk dalam penerbangan bertarif rendah (Low-Cost Carrier/LCC). Track record keselamatannya juga bagus. “Ini yang sama dengan Citilink dan Garuda. Airlines yang bagus perlu diselamatkan. Caranya ya kerja sama operasi ini,” terangnya.
Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara menjelaskan, nantinya keseluruhan operasional Sriwijaya Group termasuk finansial akan berada di bawah pengelolaan dari KSO tersebut. Kerja sama operasi ini ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuangan. “Itu termasuk membantu Sriwijaya Air dalam memenuhi komitmen-komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga yang di antaranya ada pada lingkungan Garuda Indonesia Group,” katanya.
Direktur Utama PT Sriwijaya Air Chandra Lie berharap, kerja sama ini bisa memulihkan perusahaannya di tengah persaingan industri maskapai yang semakin kompetitif. “Kami yakin Garuda Indonesia Group mempunyai kapabilitas yang sangat baik dalam mengelola bisnis Airline,” pungkasnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya