Dark/Light Mode

Produksi Tak Terserap

Produsen APD Merugi, Baju Hazmat Menumpuk Digudang

Minggu, 26 Juli 2020 14:03 WIB
Pabrik pembuatan baju Hazmat
Pabrik pembuatan baju Hazmat

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diharapkan mempercepat penyerapan Alat Pelindung Diri (APD) baju hazmat bagi para tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19.

Hal ini juga penting agar perusahaan produsen baju hazmat dalam negeri bisa bertahan dan tak memutus/PHK para pekerjanya.

Baca juga : Permintaan Terus Meningkat, Prospek Buah Naga Kuning Kian Menggiurkan

Harapan ini datang dari produsen baju hazmat, Prima Pradana mengakui, saat wabah pandemi Covid-19, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan meminta beberapa perusahaan untuk mempercepat produksi APD baju hazmat dalam negeri.

"Kami dengan segala cara mencoba memaksimalkan produksi baju hazmat apalagi seluruh dunia membutuhkan produk ini. Cuma sayangnya, ketika kami dari perusahaan menepati apa yang sudah menjadi komitmen bersama, kurang diperhatikan apa yang telah kami produksi. Persoalannya ada di tingkat penyerapan yang kurang sesuai dengan komitmen di awal, dari sisi ekonomi, kami sangat dirugikan," katanya.

Baca juga : Menteri Agus Carikan Solusi Pemasarannya

Prima Pradana mengatakan saat ini puluhan ribu buruh menggantungkan nasibnya kepada perusahaan, namun perusahaan tidak bisa berbuat apa-apa karena semua menunggu kepastian dari pemerintah.

Menurut Prima, Di gudang miliknya, masih banyak menumpuk jutaan set baju hazmat, bahkan sampai tidak tertampung.

Baca juga : Tujuh Stasiun MRT Tak Beroperasi, Petugas Kangen Lalu Lalang Penumpang

Ia berharap pemerintah memberikan kepastian terkait hal ini. "Kalau ini tidak kunjung selesai, kami terpaksa gulung tikar dan mau tidak mau kami harus membuat keputusan pahit PHK terhadap para buruh-buruh kami yang sudah maksimal memproduksi baju hazmat ini,” ungkapnya. [EDY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.