Dewan Pers

Dark/Light Mode

Produk Indonesia Diserbu Pengunjung Pameran Dagang Pyongyang

Selasa, 24 September 2019 22:55 WIB
Stand Indonesia dikerubuti pengunjung PAITF, Senin (23/9). (KBRi Pyongyang.
Stand Indonesia dikerubuti pengunjung PAITF, Senin (23/9). (KBRi Pyongyang.

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia kembali meramaikan perhelatan Pameran Dagang Internasional Pyongyang Autumn International Trade Fair (PAITF) ke-15 di Pyongyang, Korea Utara. Sejak pembukaan, pada Senin (23/9), stand yang memamerkan produk Indonesia langsung dikerubungi pengunjung PAITF.

Lebih dari 300 pengunjung memadati stan Indonesia di hari pertama pembukaan Pyongyang Autumn International Trade Fair (PAITF), menurut keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Pyongyang yang diterima RMco.id Selasa (24/9).

Pembukaan pameran dagang internasional itu dihadiri Wakil Perdana Menteri Korea Utara Ri Ryong-nam dan Wakil Menteri Ekonomi Luar Negeri Korea Utara O Ryong-chol. PAITF akan berlangsung hingga 27 September dan diikuti 350 stan dari Korea Utara dan negara-negara sahabat seperti China, Indonesia, Mongolia dan Vietnam.

Berita Terkait : Denting Gamelan Hipnotis Pengunjung Perayaan Hari Warisan Eropa

"Saya senang bahwa tahun ini Indonesia di Korea Utara berpartisipasi pada Pameran Dagang Internasional Pyongyang. Kami menyaksikan banyak pengunjung sangat antusias melihat berbagai produk Indonesia yang dihadirkan teman-teman di stan Indonesia," kata Duta Besar RI untuk Korea Utara Berlian Napitupulu.

Menurut Dubes Berlian, animo masyarakat Korea Utara terhadap produk Indonesia begitu tinggi, dan hal itu merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan oleh para pengusaha Indonesia.

"Lebih dari 160 jenis produk buatan Indonesia dipamerkan di stan Indonesia, antara lain produk makanan seperti aneka susu dan makanan bayi, produk kopi, kecap manis, mi instan, bumbu masakan, dan makanan ringan," ujarnya.

Berita Terkait : Warga Lansia Meningkat, China Terancam Defisit Uang Pensiun

Selain itu, stan Indonesia dalam pameran dagang di Pyongyang itu juga memajang berbagai produk nonmakanan, antara lain aneka sabun mandi, sampo, kosmetik, deterjen pembersih, pewangi pakaian, sabun cuci piring, dan pembersih lantai. Produk-produk tersebut diperoleh dari beberapa supermarket dan toko di kota Pyongyang dan Wonsan, Korea Utara.

Dubes Berlian mengatakan, banyak pengunjung yang sangat tertarik dengan produk rumah tangga dari Indonesia karena dianggap berkualitas bagus dan harganya kompetitif. "Mereka sudah begitu mengenali produk-produk rumah tangga buatan Indonesia dan ingin membeli, tapi sayangnya stan Indonesia ini hanya demo," kata dia.

Dubes Berlian menambahkan tahun ini ada satu lagi stan Indonesia yang hanya memamerkan produk kopi, teh dan cokelat buatan Indonesia. Produk-produk tersebut laris, dan sepertiga produk yang dipamerkan telah terjual hanya dalam satu hari.

Berita Terkait : Promosikan Wonderful Indonesia, 35 Bikers Touring Sampai Bangkok

"Ini juga bukti bahwa produk minuman Indonesia, khususnya kopi juga sangat disukai masyarakat setempat. Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Korea Utara dan penyelenggara PAITF yang telah mengundang Indonesia berpartisipasi pada pameran dagang ini," katanya.

Ia menambahkan, keikutsertaan Indonesia pada pameran dagang di Pyongyang adalah suatu upaya untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara. "Kami berharap dapat berpartisipasi lagi di pameran-pameran mendatang karena ini merupakan peluang untuk peningkatan kerja sama bilateral yang saling menguntungkan," pungkas Dubes Berlian. [DAY]