Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pagi ini, nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,15 persen atau 22 poin ke level Rp 14.562 per dolar AS, dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya, yang mentok di angka Rp 14.585 per dolar AS.
Sementara indeks dolar AS pagi ini, naik ke level 92,85 dibanding level penutupan sesi sebelumnya, yang terpaku di angka 92,77 terhadap enam mata uang saingan utamanya.
Baca juga : AS-China Tegang Lagi, Rupiah Jangan Jantungan Ya...
Meski begitu, rupiah diramal bakal melemah di penghujung pekan ini, lantaran ada sentimen negatif yang masih membayangi. Baik dari dalam ataupun luar negeri.
Ramalan ini disampaikan Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra.
Baca juga : Akhirnya, Isyana Sarasvati Kembali
Menurut pengamatannya, pagi ini imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tampak mengalami pelemahan ke kisaran 0,527 persen. Atau turun sekitar 2,1 persen dibandingkan penutupan kemarin.
"Ini menunjukkan permintaan aset aman cukup tinggi, dan bisa mengindikasikan adanya peningkatan lekhawatiran di pasar keuangan," ujar Ariston dalam riset harian, Jumat (7/8).
Baca juga : Turun 0,25 Persen, Rupiah Dibuka Loyo Nih
Ia menambahkan, pasar cukup khawatir dengan gangguan pemulihan ekonomi global. Mengingat sampai saat ini, pandemi Covid-19 masih belum bisa dikendalikan. Ditambah lagi, hubungan AS dan China juga meregang.
"Rupiah bisa mengalami pelemahan pada hari ini karena adanya kekhawatiran tersebut. Potensi di kisaran Rp 14.500 - Rp 14.700 per dolar AS," tandasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya