Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menteri ESDM dan Dirut Pertamina Di Webinar RM-SRE ITB
Corona Berkah Bagi Energi Baru Terbarukan
Selasa, 11 Agustus 2020 07:09 WIB
Sebelumnya
“Bio energi ini sangat penting. Karena kalau minyak dan gas habis, bio energi menjadi andalan kita. minggu lalu, saya baru menyaksikan peresmian Pabrik Katalis untuk memproses sumber potensi bio menjadi bahan bakar. Nanti Bu Dirut bisa menjelaskan, karena dia sudah berhasil mencoba di Dumai,” pintanya.
Sementara dari energi baru potensinya 60,6 GW, namun baru dimanfaatkan 0,25 persen. Begitu juga hidro baru 8 persen dari potensi 75 GW. Kata Arifin, EBT yang paling besar potensinya berasal dari surya yang angkanya mencapai 207,8 GW, namun baru dimanfaatkan 0,07 persen.
Menanggapi permintaan Pak Menteri, Nicke tak segan membeberkan roadmap pengembangan bisnis Pertamina. Kata dia, andil milenial dalam transformasi energi 10 tahun ke depan sangat tinggi. Apalagi, kondisi pandemi saat ini mengharuskan perseroan lebih gesit mencari subtitusi energi fosil.
Baca juga : Milenial Jadi Faktor Penting Pengembangan Energi baru
“Kami memprediksi fosil energi akan peak di 2030. Setelah itu peningkatan EBT akan memberikan kontribusi yang meningkat. Mungkin saja target ini tercapai lebih awal. Dengan adanya pan demi Covid-19 dan lingkungan, ini mendorong seluruh negara meningkatkan penetrasi EBT,” imbuh Nicke.
Dalam kajian yang dilakukan Pertamina, bahan bakar fosil lambat laun akan redup. Sementara bisnis inti perusahaan jualan minyak dan gas. Pihaknya berhasil memproduksi energi ramah lingkungan (green energy) seperti yang dikatakan Menteri ESDM.
Untuk diketahui, Kilang Dumai mampu memproduksi solar 100 persen dari minyak sawit. Usai melakukan uji coba produksi 2-9 Juli, lalu, Kilang Dumai mampu menghasilkan biosolar D-100 sebanyak 1.000 barel per hari. Dengan capaian ini, kebutuhan green energy sudah terpenuhi. Mengingat D-100 merupakan 100 persen bahan nabati, turunan dari kelapa sawit yang banyak terdapat di indonesia.
Baca juga : Di Webinar TMP, Teten Beberkan Strategi Bantu UMKM di Tengah Pandemi
Nicke mengakui, pandemi membuat pergeseran (shifting) lebih cepat. Bukan hanya Pertamina, melainkan seluruh perusahaan gas dunia. Kegiatan bisnis juga harus dijalankan dengan platform digital untuk menjawab tantangan masa depan.
Tak tanggung-tanggung, BUMN migas ini bahkan menggandeng Inalum dan PLN untuk membangun industri baterai kendaraan listrik. “Untuk merespons transisi ke arah electric vehicle, Pertamina akan masuk ke bisnis ini, membangun pabrik baterai EV. Kami sudah bekerja sama dengan Inalum dan PLN untuk membangun pabrik baterai karena indonesia punya bahan baku cukup banyak,” pungkasnya.
Setelah seminar pertama, masih ada dua lagi seminar yang akan dilakukan. di hari kedua, Rabu (12 Agustus 2020), diisi Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, bicara tentang Perspektif BUMN untuk milenial, menghidupkan Bisnis energi Baru Terbarukan. dan Dirut PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini, tentang Transformasi PLN dan Harapan Pada Milenial. Di hari terakhir, Jumat (14 Agustus 2020), Ignasius Jonan akan ngobrol santai dengan tema: Berbagi Energi Positif Untuk Generasi Milenial Indonesia. Semua seminar virtual itu bisa disaksikan melalui jejaring social Rakyat Merdeka (Facebook dan Instagram) serta RMTV. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya