Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sertifikasi Benih Virtual Bantu Petani Tetap Produktif di Tengah Pandemi

Rabu, 26 Agustus 2020 15:03 WIB
Benih sawit (Foto: Istimewa)
Benih sawit (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski ada pandemi Covid-19, kebutuhan masyarakat terhadap benih perkebunan bersertifikat tidak berkurang. Sebab, benih yang baik memiliki peran penting dan strategis dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan. Penyediaan benih unggulan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ekspor komoditas perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Guna mendukung ketersediaan perbenihan dalam negeri, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong penggunaan inovasi teknlogi untuk mendukung peningkatan kualitas layanan dan produksi. “Transformasi teknologi kepada petani sudah keharusan. Sekarang era digital. Pendampingan-pendampingan, bimbingan teknis tentang bagaimana cara budidaya harus menyesuaikan zaman. Apalagi di situasi seperti ini, pembatasan tatap muka. Maka kita harus memperkuat sektor hulu dan mengembangkan sektor hilir sehingga ada nilai tambah,” ucap Syahrul.

Berita Terkait : Hortikultura Sebagai Pilar Pendukung Ekonomi Di Tengah Pandemi Covid-19

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan Sigit Wahyudi mengungkapkan, dalam situasi pandemi Covid-19, kegiatan sertifikasi benih tetap dilaksanakan. Tentunya, dengan menggunakan metode kekinian yang bisa menjangkau masyarakat tapi tetap mengikuti protokoler yang ada.  

“Dalam kondisi pandemi ini, petani tetap beraktivitas di kebun. Ini terlihat dengan tidak berkurangnya permohonan sertifikasi tanaman perkebunan khususnya benih kelapa sawit, bahkan cenderung meningkat,” kata Sigit. 

Berita Terkait : Peneliti : Diversifikasi Kunci Penting Capai Ketahanan Pangan

Data BBPPTP Medan menunjukkan peningkatan layanan dalam rentang Maret hingga Juni 2020. Sebanyak 2.310 Surat Keterangan Pemeriksaan Kecambah Kelapa Sawit (SKPKKS) dan 113 Sertifikat Mutu Benih (SMB) telah diterbitkan dalam periode tersebut. "Selama pandemi Covid-19, pemeriksaan di lapangan dilakukan Pengawas Benih Tanaman (PBT) dilaksanakan secara virtual melalui media elektronik atau video call, menggunakan aplikasi Whats App, Zoom dan Skype,” terang Sigit.

Proses sertifikasi benih di BBPPTP Medan dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi Pesona Seribu. Tahapan proses sertifikasi melalui aplikasi ini dilakukan dengan tujuh langkah. Pertama, pemohon mengajukan surat permohonan yang ditujukan ke Kepala Balai secara elektronik melalui aplikasi Pesona Seribu. Melampirkan foto lokasi kebun berbasis geo tagging, surat pernyataaan dari produsen bahwa benih yang akan disertifikasi sudah seragam, izin usaha produksi benih, dokumen asal usul benih, SMB hasil pengujian laboratorium, dokumen keberadaan SDM, dokumen kegiatan pemeliharaan kebun, Surat Persetujuan Penerbitan Benih Kelapa Sawit (SP2BKS) dan dokumen lain yang dipersyaratkan.

Berita Terkait : Bersepeda Tetap Aman ditengah Pandemi Covid-19

Kedua, produsen membayar PNBP melaui e-billing. Ketiga, Pengawas Benih Tanaman (PBT) yang ditugaskan Kepala Balai melakukan pemeriksaan adminsitrasi. Keempat, PBT menyampaikan tata cara pemeriksaan di lapangan. Kelima, PBT melaksanakan sertifikasi melalui video call/zoom/skype. Keenam, PBT mendokumentasikan sertifikasi secara foto dan video dan membuat Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan dikirim ke Produsen untuk ditandatangani dan distempel dan dikirimkan kembali ke BBPPTP Medan. Ketujuh, setelah dokumen lengkap, SKPKKS/Sertifikat dapat diterbitkan. Setelah situasi dinyatakan normal, BBPPTP Medan akan melakukan groundcheck terhadap benih yang telah disertifikasi selama pandemi. [USU]