Dark/Light Mode

Kinerja Sektor Industri Mulai Pulih

Menkeu Pede Ekonomi Tahun Depan Bakal Tumbuh 5 Persen

Minggu, 4 Oktober 2020 06:08 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani
Menteri Keuangan, Sri Mulyani

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski diwarnai ketidakpastian, pertumbuhan ekonomi dipatok 5 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. 

“Banyak faktor yang akan mendorong ekonomi mencapai kisaran 5 persen. Selain kebijakan pemanfaatan APBN, penanganan Covid-19 juga menjadi faktor pendukung akselerasi,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Jakarta baru baru ini. 

Selain itu, lanjut Sri, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta upaya pemerintah menjaga demand dan supplay menjadi pendorong laju ekonomi di 2021. 

Dari sisi demand, berbagai bantuan sosial dan bantuan ke masyarakat secara langsung diharapkan bisa menjaga daya beli dan juga ketahanan dari masyarakat. Terutama 40 persen penduduk terbawah. 

Baca Juga : Kenapa Belum Ada Pelaku Dan Motifnya

Kemudian dari sisi supply side, pemerintah juga terus memberikan dukungan insentif pajak, bantuan kredit dan penjaminan, mulai dari usaha kecil menengah hingga korporasi. 

Sri mengatakan, target pertumbuhan ekonomi itu telah disetujui DPR. Kendati begitu, dia mengaku dinamika ekonomi di 2021 masih diwarnai ketidakpastian. Karena itu, risiko ketidakpastian ekonomi tetap harus dimitigasi dengan baik. 

“Dengan begitu, dampak negatif yang ditimbulkan pandemi bisa diminimalkan,” tegas Ani. Senada, 

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 di kisaran 5 persen. Secara gradual, terlihat ada perbaikan kinerja ekonomi di berbagai sektor industri. 

Baca Juga : KPU Dan Bawaslu Kudu Kuat Tahan Rayuan Calon

Tak hanya itu, konsumsi rumah tangga diyakini akan membaik seiring dengan cairnya bantuan sosial yang diberikan pemerintah. 

“Kita berharap secara gradual terjadi perbaikan konsumsi dan investasi. Tentunya dengan dukungan konsumsi dan kegiatan pemerintah,” ujar Suahasil. 

Selain itu, lanjut dia, dalam teknikal ilmu ekonomi, kalau sebuah negara mengalami kontraksi cukup dalam, maka pada tahun berikutnya ekonomi perlahan membaik , dan pertumbuhan ekonomi (year on year) juga akan meningkat. 

Namun, untuk mencapai kondisi tersebut, Indonesia tetap harus mencatatkan pemulihan secara gradual untuk konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah hingga investasi sepanjang sisa tahun 2020 dan 2021. 

Baca Juga : Awas, Industri Keuangan Rawan Rugi Ribuan Triliun

“Di sisa tahun ini, pemerintah cukup kencang mencairkan bantuan sosial kepada masyarakat dan akan dilanjutkan di tahun depan,” tegas Suahasil. [NOV]