Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Anggaran Trotoar Dialihkan Ke Corona
Proyek Jalur Pejalan Kaki Cuma Terealisasi 15 Persen
Minggu, 30 Agustus 2020 06:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gara-gara anggarannya digunakan untuk penanganan virus corona atau Covid-19, proyek pembangunan trotoar di Jakarta cuma terealisir sekitar 15 persen. Padahal, targetnya membangun 2.926 kilometer (km).
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, progres pembangunan trotoar yang ditargetkan tahun ini sepanjang 104 km terpaksa dihentikan. “Secara keseluruhan, total targetnya meleset. Baru sekitar 15 persen trotoar yang ditata di Jakarta dari target 2.926 kilometer trotoar yang bakal dibangun,” kata Hari Nugroho kepada wartawan, kemarin.
Pihaknya baru menyelesaikan pembangunan serta pelebaran trotoar sepanjang 326 km. Artinya Masih ada 2.600 km trotoar di dua sisi sepanjang jalan arteri di Jakarta yang belum di bangun.
Baca juga : Penjualan Alat Berat United Tractors Anjlok 56 Persen
Diungkap Hari, pembangunan trotoar 326 km itu direalisasikan pada 2016-2019. Rinciannya, 48 km terealisasi pada 2016, pada 2017 dibangun 79 km. Kemudian pada 2018 direalisasikan 118 km, dan 81 kilometer pada 2019.
Berdasarkan target Rencana Strategis (Renstra) 2017-2022, Pemprov DKI Jakarta hanya bisa membangun 60-an km per tahun. Pihaknya berusaha mempercepat pembangunan trotoar hingga 100 km per tahun. Sehingga target dapat diselesaikan dalam 26 tahun. “Dengan catatan hanya memakai anggaran pendapatan dan belanja daerah,’’ ujarnya.
Hari menyebut, target pembanguan per tahun dapat meningkat bila menggunakan dana suntikan. Seperti dana Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lahan (SP3L) hingga dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
Baca juga : Meriahkan HUT ke-75 RI, Pelanggan Cukup Bayar Tiket s.d 75 Persen Saja
Hari menambahkan, kecilnya angka persentasi pembangunan trotoar karena pembangunan fasilitas untuk pejalan kaki ini tidak dijadikan kegiatan prioritas oleh Pemprov DKI sebelumnya. Pembangunan trotoar, lanjut Hari, baru jadi program prioritas pada 2016 hingga kini.
Apalagi menghadapi perhelatan Asian Games 2018 lalu. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menurut Hari, yang mengubah arah pembangunan. Pemerintah sebelumnya, prioritasnya adalah proyek pembangunan jalan.
Kini, pembangunan trotoar juga akan dibarengi dengan pembangunan Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT). “Kami saat ini sedang merevisi peraturan daerah tentang SJUT dan dibarengi pembuatan rencana induk trotoar serta utilitas, sehingga diharapkan dengan ke dua dasar ini, keberlanjutan pembangunan trotoar di Jakarta bisa terus berlangsung meskipun berganti kepemimpinan” pungkasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya