Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gaet Belanda, Menteri Teten Janjikan Koperasi Petani dan Nelayan Lebih Modern
Selasa, 6 Oktober 2020 15:45 WIB
Sebelumnya
Teten menambahkan mereka berkoperasi, kemudian membentuk PT dan membangun pabrik besar modern, dengan investasi hingga Rp 40 miliar, dengan Rp 12 miliar di antaranya diperoleh dari koperasi petani. "Model seperti ini nanti kita integrasikan ke sistem pembiayaan KUR untuk petani penggarap dalam mengembangkan padi,” jelasnya.
Baca juga : Pesona Alam Jaminan Kebersihan dan Kesehatan Tamu
Ia mengatakan, pihaknya juga akan memperkuat koperasi sebagai korporasi petani dan nelayan dari sisi pembiayaan, dengan menyediakan dana bergulir dari LPDB-KUMKM.
Baca juga : Nurbaya Ajak Dunia Internasional Jadikan Bumi Tempat Layak Hidup
Ia menegaskan, koperasi diperkuat pembiayaannya dari LPDB-KUMKM, jadi koperasi beli gabah, dan baru diolah, dan nanti yang menjual ke market adalah koperasi, agar petani mendapat keuntungan dari seluruh proses sejak penanaman, pengolahan, sampai dengan end product, seluruhnya dikelola petani. Sehingga bantuan pupuk, bibit, sampai pembiayaan, bisa dikelola untuk produktivitasnya.
Baca juga : Pandemi Covid-19, Membuat Transformasi Digital di Indonesia Lebih Cepat.
Ke depan, Teten mengatakan akan mereplikasikan model bisnis serupa ke komoditas yang lain termasuk garam, ikan, dan lainnya, dengan menggandeng kementerian/lembaga lain, termasuk BUMN. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya