Dark/Light Mode

Gelar Asset Sales Festival

BTN Optimis, Target Recovery Asset Rp 430 M Bakal Tercapai

Minggu, 15 Nopember 2020 13:18 WIB
Gelar Asset Sales Festival BTN Optimis, Target Recovery Asset Rp 430 M Bakal Tercapai

 Sebelumnya 
Pada rangkaian acara Asset Sales Festival yang digelar di Medan pada awal November 2020 lalu, Bank BTN mencatat pembelian dari para investor sebesar Rp 70 miliar.

Sementara di Bandung, jumlah aset yang ditawarkan mencapai Rp1,2 triliun dengan jumlah 10 ribu unit yang mayoritas berupa aset rumah dan bangunan.

Baca Juga : Edho Zell Luncurin Warteg Modern

Novie mengungkap, pada acara sejenis yang akan digelar di Surabaya dan Makassar, Bank BTN berencana akan menawarkan aset sebanyak 13.733 unit, dengan nilai total Rp2 triliun berupa rumah, tanah, hotel, dan proyek perumahan.

“Dari sejumlah rangkaian acara yang kami gelar, yang paling diminati investor adalah rumah, baik tanah dan bangunannya dengan rentang nilai aset Rp 300 hingga Rp 500 juta, serta sejumlah proyek perumahan. Pilihan tersebut menyesuaikan dengan permintaan pasar, atas perumahan yang masih tinggi,” jelas Novie.

Baca Juga : Kali Pertama Universitas Budi Luhur Gelar Wisuda Online

“Investor yang membeli properti pun, kami berikan fasilitas kemudahan dalam prosesnya. Karena mereka dapat memanfaatkan produk kredit Bank BTN, untuk mendukung aset properti yang dibelinya. Antara lain produk KPR Lelang, KMK Renovasi atau produk lain yang relevan untuk pengembangan aset tersebut,” imbuhnya.

BTN akan terus melakukan penjualan aset-aset bermasalah yang tahun ini nilainya mencapai Rp 11,6 triliun. Dari jumlah tersebut, aset yang sudah siap untuk dijual sekitar Rp 7 triliun, dan ditargetkan bisa terjual sekitar Rp 2 triliun pada tahun ini.

Baca Juga : MPR Sosisalisasi 4 Pilar Lewat Seni Calung Dan Jaipong

Dengan recovery aset yang baik, pada kuartal III tahun ini, perseroan berhasil menurunkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) net di level 2,26 persen, dari posisi pada bulan yang sama tahun sebelumnya yang berada pada level 2,33 persen.

"Tahun ini, kami benar-benar ingin menjual aset bermasalah, sehingga bisa menekan NPL," pungkas Novie. [HES]