Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Konsep Perpusnas Berbasis Inklusi Sosial Jadi Salah Satu Jawaban Pemulihan Ekonomi
Senin, 14 Desember 2020 17:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Konsep transformasi layanan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berbasis inklusi sosial dinilai mampu menjawab keresahan dan kekhawatiran masyarakat mengenai pemilihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Dengan melibatkan peran aktif masyarakat lewat bermacam aktivitas transformasi pengetahuan, seperti pelatihan, tutorial, dan pendampingan kegiatan yang memiliki nilai ekonomis, akan berdampak pada kesejahteraan.
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengatakan, program ini merupakan konsep yang revolusioner. Sebuah peran yang kini dimainkan perpustakaan untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing.
"Ilmu-ilmu yang ada di perpustakaan kami bagikan kepada masyarakat luas, termasuk masyarakat yang termajinalkan yang selama ini merasa tak lagi mendapat hak pendidikan karena masalah sosial dan ekonominya," kata Syarif, saat diskusi Radio Elshinta Jakarta bertema "Transformasi Layanan Perpustakaan Untuk Pemulihan Ekonomi di Era Covid-19", Senin (14/12).
Baca juga : Bisnis Perikanan Terintegrasi Di Pulau Saponda Bakal Jadi Percontohan
Syarif menjelaskan, Perpusnas memberikan pendampingan pilihan ekonomi masyarakat yang dikehendaki. Pihaknya lalu mencarikan informasi yang bisa dipraktikkan agar mampu mendongkrak kemauan dari bawah dan mau berlatih hingga akhirnya mampu membangun usaha mikro sekelas home industry.
"Mereka bisa bangkit dengan mengembangkan usaha sendiri, baik satu bahkan dua, yang selama ini tidak dibayangkan. Jadi, kita ajari yang tak sekadar baca, tapi bisa bertransformasi dan membuka usaha. Baik itu mulai suplier ikan lele, bebek, pengolahan kopi, dan lainnya yang berasal dari alam, maupun buatan," ungkap Syarif.
Menurutnya, peran perpustakaan dalam membentuk manusia yang unggul bersumber pada kedalaman pengetahuan yang dimiliki atau literasi. Literasi yang diperoleh dari keaktifan membaca bukan teks namun sudah mampu memahami konteks. Dengan literasi yang baik, masyarakat dapat dengan mudah menemukan ide-ide, gagasan atau kreativitas ataupun inovasi baru yang berujung pada kemampuan menciptakan barang dan jasa yang bermanfaat bagi khalayak luas. SDM yang unggul dan berdaya saing adalah keberhasilan dari produk literasi sehingga seseorang bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dan meminimalisir penggangguran.
Baca juga : Jabar Diharapkan Jadi Motor Pemulihan Ekonomi Nasional
Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Amich Alhumami mengatakan, program literasi dengan berbasis inklusi sosial yang melibatkan semua kelompok masyarakat atau komunitas sangat berguna dan membantu bagi yang perekonomian terdampak pandemi Covid-19.
“Mereka yang peduli akan literasi dan mau berubah akhirnya mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensi dengan menggali hal-hal penting akses ke sumber ilmu pengetahuan yang relevan sebagai upaya pemulihan ekonomi di masa Covid-19 ini,” jelasnya.
Hal ini juga menjadi prioritas Bappenas dalam mendorong pembangunan nasional bangsa Indonesia. Tentunya dengan adanya pendampingan dari Perpusnas dan difasilitasi informasi yang akurat serta pelatihan yang berbasis inklusi sosial untuk menciptakan SDM unggul.
Baca juga : Azis: Reformasi Birokrasi Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi
“Literasi dan transformasi layanan berbasis inklusi sosial masuk pada prioritas nasional SDM yang bernilai dan menjadi bagian yang melekat pada masyarakat. Fokus konsentrasi ini harus terus ditumbuhkan sehingga kita bisa bangkit dari pandemi ini sekaligus meningkatkan literasi sehingga pada akhirnya juga meningkatkan kesejahteraan kehidupan,” urai dia. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya