Dark/Light Mode

Erick Beberin Teknis Pembiyaaan Holding UMi Dan UMKM

BRI Garap Pinjaman UMKM Kelas Kakap

Selasa, 15 Desember 2020 06:13 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (ist)
Menteri BUMN Erick Thohir. (ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan merestui pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pembiayaan Usaha Ultra Mikro (UMi) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Sebab, keberadaan holding itu diyakini akan memperluas jangkauan akses layanan keuangan untuk masyarakat.

“Kami menyambut baik rencana pemerintah itu. Ini adalah upaya untuk memperluas serta memperkuat akses pembiayaan, khususnya bagi segmen usaha unbankable seperti sektor ultra mikro,” ujar Anggota Komisi XI DPR Puteri Anetta Komarudin, di Jakarta, kemarin.

Ia menilai, tepat pembentukan holding melibat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, dan PT Pegadaian (Persero). Sebab, ketiga BUMN itu memiliki target sama dalam menjalankan bisnisnya selama ini.

Baca Juga : Dear Bapak-bapak, Kalau Ronda Tetap Patuhi Prokes, Jangan Kumpul-kumpul

Sinergi ini tentu akan membuat kinerja ketiga BUMN itu semakin moncer. Namun demikian, Puteri mengingatkan, kolaborasi ini tetap memerlukan analisis kelayakan secara bisnis dan pemetaan peran yang jelas.

Selain itu, memerlukan rencana pengelolaan holidng yang akuntabel. Serta, program pembiayaan yang kuat. Yakni, program penyaluran dana yang tidak hanya sekadar memberikan modal, tetapi melakukan pembinaan dan bimbingan kewirausahaan bagi segmen ultra mikro.

“Kami berharap, semangat kolaborasi ini dapat menjadi dorongan baru dalam mengembangkan segmen ultra mikro di Tanah Air,” ujarnya.

Seperti diketahui, wacana pembentukan induk usaha untuk pengembangan UMKM telah disampaikan Presiden Jokowi sejak akhir 2019. Jokowi meyakni pembentukan holding bisa mendorong lebih banyak lagi UMKM mendapat akses pembiayaan, serta pemasaran yang meluas.

Baca Juga : DKI Krisis Lahan Pemakaman Jenazah Corona

Executive Vice President (EVP) Keuangan dan Operasional PNM Sunar Basuki menyambut positif pembentukan holding UMi dan UMKM.

“Kami mendukung kolaborasi untuk pembiayaan ultra mikro ini. Apapun bentuknya. Ini akan baik bagi BUMN dan bagi negara,” ujar Sunar Basuki kepada Rakyat Merdeka.

Dia berharap, sinergi ini juga akan berdampak positif bagi PNM. Terutama, dari sisi pendanaan. “Harapannya, akan ada benefit-benefit yang didapat PNM,” imbuhnya.

Menteri BUMN Erick Thohir menerangkan, konsolidasi bisnis BRI, PNM, dan Pegadaian dilakukan demi mendorong tercipatnya pusat data (database) terpadu UMKM.

Baca Juga : Petahana Dan Denny Saling Klaim Menang Pilgub Kalsel

“Database itu diperlukan karena menjadi kunci dalam mendorong pelaku UMKM naik kelas,” ujarnya.

Mantan pemilik klub Inter Milan itu menerangkan teknis pembagian peran pembiayaan ketiga BUMN itu. Dipaparkannya, jika pelaku usaha mengajukan pembiayaan awal dengan kisaran Rp 2 sampai 10 juta, pengajuannya melalui PNM.

Tapi, ketika usahanya mulai meningkat, dan pinjamannya ingin dinaikkan menjadi Rp 20 sampai 30 juta, pengajuan lewat Pegadaian. Sedangkan BRI membiayai UMKM kelas kakap. Yaitu, jika modal yang dibutuhkan di atas Rp 50 juta, pengajuannya lewat bank yang akrab dengan wong cilik itu.

“Nah ini kami sinergikan. Keberpihakan kepada pelaku UMKM harus dari pemerintah, swasta, dan BUMN,” tutup Erick. [DWI]