Dark/Light Mode

Sah, Pertamina, Pupuk Kujang, Dan ITB Bentuk PT Katalis Sinergi Indonesia

Kamis, 31 Desember 2020 21:17 WIB
Sah, Pertamina, Pupuk Kujang, Dan ITB Bentuk PT Katalis Sinergi Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Lubricants (PTPL) secara resmi membentuk perusahaan patungan bersama PT Pupuk Kujang (PK) dan PT Rekacipta Inovasi ITB dengan nama PT Katalis Sinergi Indonesia (PT KSI).

Pembentukan perusahaan tersebut disahkan dalam Akta Pendirian Perusahaan, yang telah ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Ageng Giriyono, Direktur Utama PT Pupuk Kujang Maryadi, dan Direktur Utama PT Rekacipta Inovasi ITB Alam Indrawan Rabu (30/12) di Cikampek, Jawa Barat.

Pendirian PT KSI sebagai perusahaan patungan penghasil katalis merupakan langkah kolaborasi yang ditempuh oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Perguruan Tinggi BHMN, dalam rangka merealisasikan program pengembangan sumber daya energi berbasis kelapa sawit.

Berita Terkait : November 2020, Pertumbuhan Uang Beredar Tetap Tinggi

Program tersebut tertuang dalam Program Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2020 yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024.

Nilai investasi awal pembangunan pabrik Katalis ini sekitar Rp 170 miliar dengan porsi saham PTPL sebesar 38 persen, PKC sebesar 37 persen, dan RII sebesar 25 persen.

Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Ageng Giriyono menjelaskan, produk katalis memegang peranan penting dalam industri pengolahan minyak, industri kimia dan petrokimia serta industri energi.

Berita Terkait : Hadapi Tahun 2021, Pertamina Mantapkan Kerja Sama Dengan Polda Kalsel

Saat ini, produsen dan pemasok katalis di Indonesia masih sangat sedikit. Sehingga, potensi pengembangan inovasi katalis dalam negeri sangat besar, dan harus dimaksimalkan oleh para pelaku bisnis yang memang ahli dan memiliki kekuatan dalam bidang katalis.

Pemanfaatan energi terbarukan melalui kelapa sawit, membutuhkan katalis untuk akselerasi proses pengembangannya. Sehingga, permintaan dan kebutuhan katalis akan terus meningkat secara signifikan, di masa yang akan datang.

Menurut Ageng, produksi katalis dari PT KSI akan berkontribusi sebesar ± 800 ton per tahun. Produk Katalis JV ini akan diserap sekitar 64 persen oleh Pertamina dan 34 persen dialokasikan untuk Oleochemical Plant.
 Selanjutnya