Dark/Light Mode

Nasabah UMKM Mandiri Syariah Optimistis Bertahan Di Tengah Pandemi

Senin, 11 Januari 2021 14:16 WIB
Nasabah UMKM PT Bank Syariah Mandiri, M Benhardi (bawah( Pemilik usaha industri pengolahan minuman dalam kemasan, Jenisa. (Foto: Mandiri Syariah)
Nasabah UMKM PT Bank Syariah Mandiri, M Benhardi (bawah( Pemilik usaha industri pengolahan minuman dalam kemasan, Jenisa. (Foto: Mandiri Syariah)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang 2020, menjadi tahun menantang bagi industri perbankan, terutama dalam pemberian pembiayaan bagi nasabah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal itu tak luput dialami oleh nasabah UMKM PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah), M Benhardi. Pemilik usaha industri pengolahan minuman dalam kemasan, Jenisa (Jeruk Nipis Asli) ini juga mengalami penurunan omzet saat pandemi Covid-19 sekitar 30 persen dari omzet per bulan sekitar Rp 285 juta.

Berita Terkait : Kilas Balik 2020, KAI Tetap Unjuk Gigi di Tengah Pandemi

Untungnya, angsuran pinjaman ke Mandiri Syariah tetap dalam kategori lancar. "Ya per bulan omzet jadi berkurang. Bahkan untuk tenaga kerja memang terjadi pengurangan dari 15 menjadi 9 orang saat Covid-19 ini," imbuhnya dalam virtual meeting nasabah Mandiri Syariah, Senin (11/1).

Bapak tiga orang anak ini mengatakan, ia meraih pembiayaan mikro murabahah dari Mandiri Syariah sejak April 2018 lalu sebesar Rp 190 juta dengan tenor dua tahun. Pembiayaan itu ia ajukan untuk menambah modal kerja berupa pembelian peralatan botol dan kardus kemasan.

Berita Terkait : Anies Dipuji Berani Ambil Langkah Tegas Selama Pandemi

Saat ini, ia memiliki jaringan yang cukup luas terutama di Kabupaten Kuningan, selain karena usahanya telah berjalan selama 14 tahun, usaha produksi minuman yang dikelola oleh keluarga yang bersangkutan sehingga sampai saat ini masih berjalan dengan baik walaupun secara omzet mengalami penurunan.
 Selanjutnya