Dark/Light Mode

Rokan Mau Hidupkan Lagi Ratusan Ribu Hektar Lahan Sawit

Senin, 18 Januari 2021 00:20 WIB
Presiden Direktur RBM Rustian (tengah). (Foto: Istimewa)
Presiden Direktur RBM Rustian (tengah). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan Rokan Bono Malaka (RBM) siap mengaktifkan kembali lahan-lahan yang sempat terbengkalai. Lahan-lahan tersebut segera ditanami sawit. Sekarang, tengah dimatangkan prosesnya, termasuk mengundang investor atau bank untuk pembiayaan. 

Demikian dikatakan Presiden Direktur RBM Rustian. RBM sejauh ini memiliki lahan sekitar 140.000 hektare, yang tersebar di Bengkulu dan Kalimantan Barat. Semula lahan tersebut akan ditanami kelapa sawit. Mimpi Rustian menjadikan sawit tuan rumah di Indonesia. “Sawit kita sampai sekarang belum menjadi tuan rumah. Sebab, mayoritas sawit dimiliki asing,” ujarnya.

Bahkan, Malaysia menanam sawit di sini, sekaligus membawa bank. Ada CIMB atau Maybank. “Asing terlalu banyak menguasai sawit nasional. Sudah waktunya bangsa Indonesia mengelola sendiri industri sawitnya,” ujar dia.

Baca Juga : Kemenlu Iran Tanggapi Rumor Dibebaskannya Tanker Korsel

Rustian memang sempat terhenti membangun industri sawit nasional karena ada surat kaleng lewat Kotak Pos 5.000, sehingga dia harus menghadapi masalah hukum. Kini, masalah tersebut selesai, tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.

“Saya ikuti seluruh prosedur hukum sampai selesai. Ini harus menjadi contoh generasi muda. Jangan menyogok kalau terkena masalah hukum. Ikuti saja. Kalau tidak salah, pasti akan menang dan bebas. Itulah yang saya tempuh,” jelas pria kelahiran Bagan Siapi-api itu. 

Dalam kasus itu, dia dituntut 8 tahun penjara. Kemudian, divonis 5 tahun penjara oleh pengadilan tingkat 1, yang kemudian dikuatkan pengadilan tingkat 2. Tapi, dia menang di Mahkamah Agung (MA). “Istilahnya kalah dua kali, menang sekali,” selorohnya. 

Baca Juga : Israel: Hamas Mau Bobol Sistem Kapal Perang Kami

Saat menghadapi kasus, dia tidak kabur. Prinsip yang dipegang Rustian dalam berperkara, jangan merasa terlalu kuat, tetapi juga jangan terlalu lemah

Legacy
Rustian belajar kejujuran, termasuk mengikuti aturan hukum tanpa menyuap karena pergaulan dengan orang-orang internasional, terutama staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Orang-orang PBB mengajarkan kejujuran. Maka, Rustian juga jujur dalam mengikuti proses hukum.

Dia  ingin meninggalkan legacy (warisan) untuk menghentikan sogok-menyogok dalam masalah hukum yang sekarang marak. “Hentikan suap-menyuap kalau terjadi masalah hukum,” sarannya.

Baca Juga : Gercep, WIKA Bantu Korban Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel

Pria yang pernah dijuluki “Penguasa Pejuang” itu mau memberi contoh generasi muda. Ada pengusaha tidak menyogok, juga bisa menang dalam berperkara. “Saya bisa menjadi pakar negosiasi dengan membantu mengegolkan perluasan Zona Ekonomi Eksklusif. Juga ahli perkara, karena tanpa menyuap bisa menang,” selorohnya lagi. [KW]