Dark/Light Mode

Menteri LHK Yakin Hartono Mampu Tanam 600 Ribu Hektare Mangrove

Rabu, 23 Desember 2020 17:15 WIB
Presiden Jokowi melantik Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono (kiri) bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen. Pol Petrus R Golose di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu  (23/12).
Presiden Jokowi melantik Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono (kiri) bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen. Pol Petrus R Golose di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/12).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyambut baik dilantiknya Hartono sebagai Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). 

"Hartono, mantan staf Kementerian LHK yang mumpuni selama menjabat. Beliau sangat paham tata kelola dan tata kerja BRGM serta kolaborasinya bersama kementerian lain. Beliau juga cukup mumpuni dalam kerja interaksi dengan lembaga-lembaga internasional. Jadi saya cukup optimis BRGM dipimpinnya," ungkap Siti di Jakarta, Rabu (23/12).

Pelantikan Hartono sebagai Kepala BRGM sesuai Keputusan Presiden Nomor 78/M Tahun 2020 tentang Pengangkatan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove. 

Hartono sebelumnya, menjabat sebagai Sekretaris Badan Restorasi Gambut (BRG) dan juga Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan BRG.

Baca Juga : Mantap Betul, Serapan Anggaran Kemenhub Capai 95 Persen

Sebelum berkarir di BRG, Hartono mengawali karirnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Kehutanan yang sekarang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Jabatan terakhir Hartono di KLHK adalah Direktur Kawasan Konservasi pada Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). 

Hartono juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE dan Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo di Jawa Timur.

Siti menjelaskan, BRG adalah lembaga nonstruktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Badan ini dibentuk pada, 6 Januari 2016, melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut. 

Baca Juga : AC Milan Vs Lazio, Misi Juara Di Akhir Tahun

Keberadaan BRGM bekerja secara, khusus untuk mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran dan pengeringan.

Selain melakukan restorasi gambut, BRGM ditugaskan presiden untuk melakukan rehabilitasi mangrove di kawasan hutan dan di luar yang terdegrasi atau kritis.

Dengan nama baru, BRGM diharapkan dapat menjadikan kawasan gambut dan mangrove di Indonesia menjadi lebih baik.

Ke depan, BRGM difungsikan untuk percepatan implementasi rehabilitasi gambut dan rehabilitasi kawasan mangrove yang kritis dengan target seluas 600 ribu Hektare di 9 provinsi prioritas.

Baca Juga : HUT Ke 14 Hanura, Ongen Bagikan Ribuan Minyak Kayu Putih ke RS Dan Puskesmas

Yaitu, Sumatera Utara, Bangka Belitung, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara,  Papua, dan Papua Barat.

Menteri Siti menaruh harapan besar untuk bekerja sama antara KLHK dan BRGM sesuai dengan kebijakan, standar dan ketentuan perundangan-undangan.

"Saya akan membangun kerja sama dilapangan dengan pemerintah daerah, Unit Pelaksana Teknis terkait, dan masyarakat. Kita satukan arah sesuai arahan Presiden, sehingga hasilnya produktif dan jelas untuk kemajuan bangsa dan negara melalu kerja-kerja lapangan," terang Siti. [FIK]