Dark/Light Mode

Dolar AS Menguat, Rupiah Butuh Vitamin

Senin, 18 Januari 2021 10:06 WIB
Ilustrasi nilai tukar rupiah. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Ilustrasi nilai tukar rupiah. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memulai awal pekan, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,18 persen ke posisi Rp 14.045 per dolar AS dibanding akhir pekan lalu, Rp 14.020 per dolar AS.

Sementara,mayoritas mata uang di Asia juga melemah. Tercatat, yuan China melemah 0,1 persen, baht Thailand melemah 0,09 persen.

Sementara indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya terpantau menguat 0,01 persen atau 0,01 poin ke level 90,782.

Berita Terkait : Jelang Rilis Data BPS, Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat

Nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,44 persen ke level Rp 17.017, terhadap dolar Australia juga turun 0,36 persen ke level Rp 10.846 dan terhadap yuan China minus 0,23 persen ke level Rp 2.172.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim melihat, mata uang Garuda kemungkinan akan melemah imbas dolar AS yang kuat. Namun, rupiah akan kembali rebound seiring dengan banyaknya katalis positif yang mendukungnya pada pekan ini.

“Fokus pasar masih akan tertuju pada optimisme penggelontoran stimulus The Fed dan Pemerintah AS yang akan melemahkan dolar AS, belum lagi pekan depan Joe Biden akan resmi dilantik,” katanya Senin, (18/1).

Berita Terkait : Dolar Menguat Lagi, Rupiah Babak Belur

Pasar sendiri kata Ibrahin, menyambut baik rencana tersebut karena akan menstabilkan kondisi politik AS dan meningkatkan minat investor untuk mengumpulkan aset berisiko, termasuk rupiah, dan menjauh dari dolar AS.

Namun, pergerakan rupiah pada pekan depan tidak serta merta luput dari katalis negatif. Data ekonomi AS yang dirilis positif dapat menjadi pijakan baik bagi dolar AS untuk menguat sehingga melemahkan rupiah.

Rupiah sepertinya hari ini akan berada di kisaran Rp 14.000 sampai Rp 14.050 per dolar AS,” ujarnya. [DWI]