Dark/Light Mode

Gugatan UE Tak Ganggu Ekspor

KS Pede Produknya Tembus Pasar Eropa

Selasa, 19 Januari 2021 05:11 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. (Dok : Rakyat Merdeka).
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. (Dok : Rakyat Merdeka).

 Sebelumnya 
Ia memprediksi, kegiatan ekspor tahun ini juga masih cukup baik. Meskipun, dia melihat tidak ada negara baru yang menjadi tujuan ekspor. “Negara tujuan ekspor kita memang itu-itu saja, misal ke China, Amerika Serikat (AS), bahkan Eropa meski jum­lahnya sedikit,” terangnya.

Direktur Komersial PT Kraka­tau Steel (Persero) Tbk atau KS Melati Sarnita memastikan akan terus melakukan ekspor ke ber­bagai negara. Apalagi, pasokan baja dunia saat ini terganggu akibat pandemi Covid-19

“Tahun ini kami optimistis penjualan produk baja akan meningkat sekitar 25 persen. Bahkan, di kuartal pertama 2021, produk Krakatau Steel masuk ke pasar Eropa,” tutur Melati di Jakarta, kemarin.

Baca juga : Menteri Kelautan Targetkan Indonesia Jadi Produsen Udang Vaname Terbesar

Ia menjelaskan, sepanjang 2020, emiten berkode saham KRAS ini masih mencatatkan peningkatan penjualan produk berupa Hot Rolled Coil (HRC) sebesar 19,11 persen, menjadi 1.043.668 ton dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 876.186 ton.

Selain HRC, penjualan produk Cold Rolled Coil (CRC) juga mengalami peningkatan sebesar 17,53 persen menjadi 405.742 ton dibanding 2019 sebesar 345.237 ton.

Ia menilai, perbaikan ini merupakan buah dari berbagai upa­ya perbaikan strategi pemasaran yang dilakukan perseroan, dalam rangka meningkatkan penjualan di 2020. Salah satunya, melaku­kan fokus penjualan pada kon­sumen prioritas (key consumers) melalui Program Key Account Management, dan pengembangan distributor melalui program Distributor Management.

Baca juga : Didukung Alat Canggih, RS Ukrida Siapkan 240 Tempat Tidur Pasien Corona

“Kami juga lakukan pengem­bangan pasar project yang me­nyerap produk anak perusahaan Krakatau Steel,” katanya.

Sejalan dengan upaya terse­but, lanjut Melati, terjadi peningkatan penjualan produk baja di anak perusahaan. Misalnya peningkatan volume penjualan produk baja profil sebesar 70,11 persen menjadi sebesar 34.444 ton, dibanding tahun sebelum­nya sebesar 20.248 ton. “Ke depan, peluang untuk mengem­bangkan bisnis baja masih ter­buka,” katanya.

Untuk itu, pihaknya masih akan melanjutkan peluncuran produk baja hilir, maupun melakukan pengembangan penjualan dengan mengaplikasikan berbagai platform digital (KS Go Digital). Termasuk, dengan mengaplikasikan Krasmart Connect tahun ini, guna memu­dahkan konsumen melakukan pemesanan produk baja kapan pun dan di mana pun.

Baca juga : Sinergi Dengan PLN, Bank Mandiri Beri Kredit Produktif Untuk Petani

“Kami meyakini, meski ter­jadi pandemi Covid-19, namun perseroan secara total mampu mempertahankan dan meningkatkan volume penjualan ke depannya,” tutupnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.