Dark/Light Mode

Program KAI 2021: Adaptif, Solutif, Dan Kolaboratif Untuk Indonesia

Selasa, 26 Januari 2021 13:43 WIB
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo (kanan) menyapa penumpang kereta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (Foto: Dok. KAI)
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo (kanan) menyapa penumpang kereta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (Foto: Dok. KAI)

 Sebelumnya 
Program solutif juga akan KAI terapkan di bidang pengembangan SDM. Tahun ini KAI membangun Integrated Talent Management System (ITMS) untuk memetakan dan mengelola calon pemimpin KAI di masa depan yang berkarakter, berkompeten, dan berdaya saing di lingkungan BUMN. Untuk menghadapi future trends dan business development, KAI mengembangkan new capability bagi para pegawainya di bidang digital, property, project financing, asset management, dan logistic.

“Dalam hal pengembangan bisnis perusahaan, KAI akan mengembangkan kawasan-kawasan stasiun, menyusun kajian potensi angkutan penumpang di kawasan perkotaan, serta menyusun kajian potensi angkutan barang di kawasan pelabuhan dan industri,” kata Didiek.

Baca juga : Mimpi Bangun Ibu Kota Negara Belum Padam

Sementara langkah ketiga yang KAI lakukan agar dapat bangkit dan terus bertumbuh di 2021 adalah kolaboratif, yakni membangun kerja sama yang sinergis. Langkah kolaboratif ini menunjukkan bahwa KAI terbuka untuk  melakukan kerja sama dengan berbagai pihak guna  menghasilkan nilai tambah. 

Langkah kolaboratif akan KAI lakukan di antaranya pada Angkutan Barang. KAI akan melakukan optimalisasi angkutan dan menjalin kerjasama-kerjasama baru dengan para pelaku usaha untuk meningkatkan volume Angkutan Barang.

Baca juga : Kaleidoskop 2020: Inovasi Covid-19 Jabar Untuk Indonesia

Dari sisi pengusahaan aset, KAI akan menawarkan naming rights stasiun untuk memberikan kesempatan kepada mitra yang ingin mem-branding stasiun yang KAI kelola dengan brand atau produknya. Saat ini kerja sama seperti itu sudah diterapkan pada Stasiun BNI City di Jakarta. “Selain itu, KAI akan melakukan pemasaran space di stasiun, periklanan di KAI Access, dan pengikatan kerja sama fiber optik dan pipa gas di jalur KA,” kata Didiek.

Sedangkan langkah kolaboratif untuk pengamanan aset berupa tanah dan bangunan, tetap KAI lakukan di tahun ini. Langkah itu berupa pendekatan secara persuasif kepada para penghuni agar mau melakukan kontrak sewa, penertiban bekerja sama dengan aparat penegak hukum seperti Kejaksaan untuk supervisi dan pendampingan, dan pensertifikatan bekerja sama dengan Kementerian ATR/BPN  dan Jajaran Kantor BPN.

Baca juga : Di Balik La Nina, Ada Peluang Positif Untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Diharapkan, di 2021 KAI dapat memberikan kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor transportasi dan logistik dengan semangat adaptif, solutif, dan kolaboratif untuk Indonesia. "KAI harus survive di tengah pandemi. Agar perusahaan bisa sustainable, kami tetap melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan pendapatan dari berbagai lini bisnis yang KAI kelola. Bangkitnya KAI juga akan turut membantu pemulihan ekonomi nasional,” tutup Didiek. [KAI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.