Dark/Light Mode

Tangkap Potensi Bisnis 2021, BNI Lakukan Konsolidasi dan Transformasi

Kamis, 25 Februari 2021 17:48 WIB
BNI berkomitmen untuk mengakselerasikan peningkatan kinerja melalui konsolidasi dan transformasi.
BNI berkomitmen untuk mengakselerasikan peningkatan kinerja melalui konsolidasi dan transformasi.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyongsong tahun 2021 dengan penuh optimisme agar menjadi entitas bisnis yang semakin baik. Komitmen ini ditetapkan untuk mengakselerasi peningkatan kinerja dengan melakukan konsolidasi dan Transformasi.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, BNI penuh optimisme dalam menyambut pemulihan ekonomi serta bisnis pada 2021 yang lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Sejumlah target bisnis pun telah ditetapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan untuk bekerja lebih cepat.

Berita Terkait : BNI Dan Satgas Covid-19 Sosialisasikan Penanganan Limbah Masker

“BNI saat ini melakukan proses konsolidasi dan transformasi yang cukup besar dan masif. Sehingga, akan ada banyak perubahan terkait arah bisnis kedepan,” tuturnya dalam acara Economic Outlook CNBC, Jakarta, Kamis (25/2).

Royke menambahkan, BNI melihat sejumlah sektor andalan yang dapat menopang kinerja di tahun ini. Itu antara lain seperti sektor infrastruktur, korporasi, industri pengolahan hingga industri manufaktur.

Berita Terkait : BNI Sempurnakan Pengelolaan Kartu Tani 2021

Ia menambahkan manajemen optimistis bahwa Pemerintah berkomitmen penuh dalam mendorong pertumbuhan perekonomian ke depan, terutama dalam pemulihan ekonomi di tahun ini. “Kami yakin Pemerintah mengoptimalkan perekonomian pada tahun ini dan kedepan. Apalagi, salah satu komitmen tersebut diwujudkan dengan pembentukan SWF yang akan dirilis di tahun ini,” ujarnya.

Gandeng BKPM

Berita Terkait : Gandeng BKPM, BNI Mudahkan Investasi Ke Dalam Dan Ke Luar Negeri

Sejalan dengan program transformasi, BNI ikut menggandeng Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memperluas cakupan pelayanan perbankan internasional terutama pada nasabah perseroan.

“Kerjasama dengan BPKM sudah ada sebelumnya, saat ini kami perluas sejalan dengan ekspektasi pemegang saham dengan BNI. Kita mengajak nasabah-nasabah asal Indonesia untuk masuk ke pasar global atau membawa pemain baru dari luar untuk masuk ke Indonesia," jelasnya.
 Selanjutnya