Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Sementara, ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, pemerintah harus memberikan subsidi bagi perusahaan yang tidak mampu membayar penuh.
“Sisanya kalau bisa ditutupi oleh pemerintah. Ini win-win solution,” sarannya.
Baca juga : Partai Islam Raam Ajak Partai Yahudi Berkoalisi
Menurut Fithra, jika dipaksakan pembayaran THR secara penuh tanpa adanya bantuan dari pemerintah, akan berpotensi mendorong perusahaan yang mengalami kesulitan terjun ke dalam jurang kebangkrutan.
Fithra menilai, di tengah situasi perekonomian saat ini, pencairan THR tetap sangat penting. Karena, daya belanja masyarakat tinggi pada periode Ramadan dan Idul Fitri.
Baca juga : Pengawasan Diperketat, Menko Mahfud Pastikan Dana Otsus Papua Diperpanjang
“Momentum yang tersedia selama masa tersebut bisa dikatakan pendek. Ditambah dengan adanya pemangkasan cuti Lebaran hanya menjadi 2 hari,” katanya. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya