Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Sementara, ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, pemerintah harus memberikan subsidi bagi perusahaan yang tidak mampu membayar penuh.
“Sisanya kalau bisa ditutupi oleh pemerintah. Ini win-win solution,” sarannya.
Baca juga : Partai Islam Raam Ajak Partai Yahudi Berkoalisi
Menurut Fithra, jika dipaksakan pembayaran THR secara penuh tanpa adanya bantuan dari pemerintah, akan berpotensi mendorong perusahaan yang mengalami kesulitan terjun ke dalam jurang kebangkrutan.
Fithra menilai, di tengah situasi perekonomian saat ini, pencairan THR tetap sangat penting. Karena, daya belanja masyarakat tinggi pada periode Ramadan dan Idul Fitri.
Baca juga : Pengawasan Diperketat, Menko Mahfud Pastikan Dana Otsus Papua Diperpanjang
“Momentum yang tersedia selama masa tersebut bisa dikatakan pendek. Ditambah dengan adanya pemangkasan cuti Lebaran hanya menjadi 2 hari,” katanya. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya