Dewan Pers

Dark/Light Mode

Vaksinasi Lambat, Ekonomi Tersendat

Minggu, 11 April 2021 07:02 WIB
ilustrasi vaksinasi. (ist)
ilustrasi vaksinasi. (ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai, pemangkasan proyeksi ekonomi IMF sesuai dengan perkiraannya. Untuk itu, dia berharap, pemerintah mempercepat kegiatan vaksinasi untuk mengerem penularan Covid-19.

“Kami percaya bahwa melanjutkan kebijakan moneter dan fiskal yang akomodatif. Serta, upaya vaksinasi dapat lebih mempercepat pemulihan ekonomi,” katanya, Kamis (8/4).

Andry menilai, keputusan mempertahankan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat di beberapa daerah berhasil menahan penyebaran virus.

Berita Terkait : Telkom Jadikan KEK Singhasari Sebagai Pusat Ekonomi Digital

“Pembatasan tentunya memberikan sejumlah kesulitan bagi ekonomi untuk bangkit lebih cepat di semester I-2021, namun dapat membangun pondasi yang lebih solid untuk pertumbuhan di semester II-2021 dan ke depannya,” tuturnya.

Di semester II-2021, papar Andry, butuh dua hal yang akan mendorong perbaikan ekonomi secara substansial seiring dengan percepatan konsumsi dan investasi karena semakin tingginya permintaan.

Pertama, bergulirnya vaksinasi yang turut meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kedua, dengan mengintensifkan transmisi pelonggaran moneter karena siklus kredit yang lebih tinggi.

Berita Terkait : Luhut Kepedean

Andry melihat ,pertumbuhan ekonomi pada April 2021 semakin menunjukkan indikasi pemulihan ekonomi yang didorong oleh vaksinasi Covid-19 dan limpahan stimulus ekonomi.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh IMF karena vaksinasi yang masih relatif rendah dibanding negara berkembang lainnya.

Contohnya, Malaysia dan Thailand. Malaysia pertumbuhan ekonominya direvisi ke bawah menjadi 6,5 persen dari sebelumnya 7,0 persen, sementara Thailand dipangkas menjadi 2,6 persen dari sebelumnya 2,7 persen.

Berita Terkait : Airlangga Pede Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen

“Penurunan proyeksi negaranegara ASEAN tersebut sejalan dengan tingkat vaksinasi yang hanya sebesar 4,92 persen, 2,56 persen, dan 0,46 persen per 100 penduduk di masing-masing Indonesia, Malaysia, dan Thailand,” katanya.
 Selanjutnya