Dark/Light Mode

Airlangga: RI Nggak Main-main Dalam Pembangunan Berkelanjutan

Jumat, 16 April 2021 07:41 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Instagram)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Menko Airlangga juga menjelaskan 4 upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam mewujudkan produksi dan perdagangan berkelanjutan.

Pertama, penerapan sistem jaminan legalitas kayu dan minyak sawit berkelanjutan (ISPO). Kedua, upaya mengurangi kayu illegal dan deforestasi.

Baca juga : Ketua Satgas Covid Minta Urang Awak Nggak Mudik Dulu, Jangan Pulang Basamo

Ketiga, upaya restorasi dan rehabilitasi lahan gambut. Keempat, penetapan lahan konservasi.

Upaya dilakukan untuk mengurangi emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030. Bukan tak mungkin, dengan dukungan kerja sama internasional, emisi ini bisa tekan lagi hingga 41 persen pada tahun 2030.

Baca juga : Rangkul IJBC, Demi Percepatan Pembangunan Sumbar

Pertemuan ini menyepakati Joint Statement on Principles for Collaboration under the Sustainable Forest Management, Agriculture and Commodity Trade (FACT) Dialogue.

Forum juga menyepakati pembentukan empat kelompok kerja, yang meliputi perdagangan dan pengembangan pasar (trade and market development), dukungan petani kecil (smallholder support), transparansi dan kemudahan penelusuran (transparency and tracebility), serta riset, pengembangan, dan inovasi (research, development and innovation) yang akan segera menyusun peta jalan (roadmap) mengenai langkah konkret yang dapat diambil oleh pemerintah.

Baca juga : Bamsoet: Tak Ada Pelanggaran HAM Dalam Pembangunan Mandalika

First Ministerial Roundtable ini, juga dihadiri oleh Menteri Pasifik dan Lingkungan Inggris Raya Lord Zac Goldsmith of Richmond Park, COP 26 President Designate UK, The Right Honourable Alok Sharma MP, Wakil Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Alue Dohong, serta para Menteri, Duta Besar dan pejabat tinggi negara lainnya dari 26 negara. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.