Dark/Light Mode

Top! Rupiah Dibuka Paling Perkasa

Rabu, 2 Juni 2021 10:00 WIB
Rupiah dan dolar. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari ini, nilai tukar rupiah dibuka menguat cukup tinggi sebesar 0,77 persen di level Rp 14.269 per dolar AS dibanding perdagangan Senin (31/5) di level Rp 14.280 per dolar AS.

Rupiah menguat bersama dolar Singapura 0,03 persen, ringgit Malaysia naik 0,02 persen, yuan China naik 0,01 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen. Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS. Rupee India turun 0,38 persen, won Korea minus 0,25 persen, yen Jepang minus 0,12 persen dan baht Thailand turun 0,01 persen.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang saingannya naik 0,04 persen ke 89,865. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro minus 0,13 persen ke level Rp 17.442, terhadap poundsterling Inggris juga menurun 0,13 persen ke level Rp 20.211 dan terhadap dolar Australia melemah 0,17 persen ke level Rp 11.083.

Berita Terkait : Asik, GeNose Sudah Digunakan Di 26 Kapal Pelni

Menurut Direktur PT TRX Berjangka, Ibrahim Suaibi, saat ini investor sedang wait and see yakni menunggu data ekonomi utama AS untuk Mei. Termasuk IMP Manufaktur Institute of Supply Management (ISM), yang dirilis pada hari Selasa (1/6) waktu AS atau hari ini waktu Indonesia.

Data lebih lanjut, termasuk non-farm payrolls dan tingkat pengangguran, akan dirilis pada hari Jumat mendatang. Mereka juga mencerna rencana anggaran 6 triliun dolar AS yang diusulkan Presiden Joe Biden, untuk tahun fiskal 2022 untuk berinvestasi dalam infrastruktur, pendidikan, dan memerangi perubahan iklim yang diumumkan pada hari Jumat.

“Investor akan memantau rilis sejumlah data ekonomi seperti inflasi dan indeks manufaktur,” katanya dalam riset, Rabu (2/6). 

Berita Terkait : Banyak Vitamin, Rupiah Makin Perkasa

Dari dalam negeri, sentimen masih terkait dengan strategi yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pemulihan ekonomi agar segera membaik pascapandemi Covid-19. PMI manufaktur Indonesia yang mencatatkan rekor tertinggi. IHS Markit menyebutkan, indeks manufaktur Indonesia berada di level 55,3, rekor tertinggi sepanjang sejarah pencatatan indeks ini.

PMI Manufaktur Indonesia pada Mei 2021 naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 54,6. “Perolehan ini sekaligus menandakan pemulihan kegiatan ekonomi Tanah Air, sehingga bisa mendorong nilai tukar juga,” ucapnya.

Ibrahim memproyeksi, mata uang Garuda sepanjang hari ini akan ditutup melemah tipis. Adapun rentang pergerakan rupiah diprediksi di sekitar level Rp 14.264-Rp 14.300 per dolar AS. [DWI]