Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Mengawali pekan ini, rupiah dibuka loyo. Rupiah melemah 0,08 persen ke level Rp 14.200 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan pada Jumat (11/6) di level Rp 14.189 per dolar AS.
Tak cuma rupiah, mayoritas pergerakan mata uang Asia juga loyo terhadap dolar AS. Won Korea Selatan merosot hingga 0,41 persen, ringgit Malaysia yang minus 0,14 perse, baht Thailand minus 0,13 persen, yen Jepang melemah 0,1 persen, dan dolar Singapura yang turun tipis 0,04 persen.
Baca juga : Akhir Pekan, Rupiah Masih Perkasa
Indeks dolar AS terpantau melemah 0,056 poin atau 0,06 persen ke level 90,019. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro turun tajam sebesar 0,51 persen ke level Rp 17.196, terhadap poundsterling Inggris minus 0,56 persen ke level Rp 20.053 dan terhadap dolar Australia juga anjlok 0,52 persen ke level Rp 10.944.
Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, indeks dolar AS pada pekan lalu melemah terhadap mata uang lainnya karena kenaikan inflasi AS.
Baca juga : Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Masih Belum Aman
Di minggu ini, kondisi tersebut juga lebih cepat dari perkiraan, sehingga mendorong investor bertaruh, terhadap tekanan harga yang kemungkinan bersifat sementara.
“Meskipun dukungan bank sentral akan tetap ada untuk mengendalikan inflasi tersebut,” jelasnya dalam riset, Senin (14/6).
Baca juga : Nambah 7.725, Sepekan Ini, Corona Nanjak Terus
Ia mengatakan, data inflasi AS mengatakan bahwa indeks harga konsumen inti (CPI) tumbuh lebih tinggi dari perkiraan, yakni 3,8 persen (yoy). Itu tumbuh 0,7 persen (mtm) atau berada di atas ekspektasi, tetapi di bawah pertumbuhan April 2021.
“Hari ini rupiah masih fluktuatif, namun ditutup menguat di rentang Rp 14.160 hingga Rp 14.210 per dolar AS," pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya