Dark/Light Mode

Gandeng Franklin Templeton, Bahana Sasar Investasi Di Pasar AS

Rabu, 21 Juli 2021 16:24 WIB
Presiden Direktur Bahana TCW Rukmi Proborini saat jumpa pers secara virtual, Rabu (21/7). (Foto: Ist)
Presiden Direktur Bahana TCW Rukmi Proborini saat jumpa pers secara virtual, Rabu (21/7). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan manajemen investasi yang juga anak usaha dari Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan Indonesia Financial Group, PT Bahana TCW Investment Management bersama Bank DBS Indonesia menggandeng perusahaan pengelola aset investasi global yang berbasis di Amerika Serikat Franklin Templeton Ltd. Sinergi ini membuka peluang investasi di Negeri Paman Sam.

Kolaborasi ketiganya ditandai dengan peluncuran reksa dana syariah Bahana US Opportunity Sharia Equity USD. Bahana TCW berupaya untuk menghadirkan produk investasi yang lebih beragam bagi investor tanah air, terutama untuk memenuhi minat investasi di aset-aset dengan efek perusahaan bertaraf global.

"Bahana TCW melihat tingginya minat investor Indonesia untuk membeli aset berefek saham teknologi dan kesehatan global. Untuk itu, kami membuka akses tersebut bagi para investor dengan bekerja sama dengan Franklin Templeton, salah satu perusahaan investasi global terbaik," tutur Presiden Direktur Bahana TCW Rukmi Proborini saat jumpa pers secara virtual, Rabu (21/7).

Selama pandemi, minat investasi di perusahaan teknologi global, terutama perusahaan raksasa teknologi seperti Facebook, Amazon, Apple, Netflix, Google (FAANG) melesat. Hal ini dilandasi oleh solidnya bisnis perusahaan digital dibandingkan perusahaan nondigital selama pandemi.

Baca juga : Gandeng Industri, Pemprov Banten Siapkan Oksigen Untuk Pasien Covid-19

Sebagai catatan, Franklin Templeton memiliki sejuta pengalaman dalam mengelola aset investasi sejak tahun 1990, dengan beragam produk investasi. Seperti reksa dana saham, reksa dana obligasi, reksa dana dengan aset offshore, dan ETF.

Adapun, produk reksa dana yang menjadi kerja sama antara Bahana TCW dan Franklin Templeton itu dipercaya memiliki imbal hasil yang lebih kompetitif karena efek yang diperdagangkan berada di pasar saham Amerika Serikat.

Perdagangan saham di Amerika Serikat seperti New York Stock Exchange dan Nasdaq mencatatkan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan pasar saham negara maju lainnya, seperti Eropa, Jepang, maupun negara berkembang secara historis. Produk tersebut juga merupakan produk reksa dana syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia dengan fokus pada pasar saham Amerika Serikat yang saat ini terkonsentrasi pada sektor teknologi dan kesehatan.

Produk itu juga dikelola aktif sesuai dengan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik. "Kami bangga, untuk pertama kalinya dapat menawarkan strategi kami untuk investor Indonesia. Kerja sama kami dengan Bahana TCW untuk meluncurkan produk Reksa Dana yang berfokus pada strategi pertumbuhan positif pasar Amerika Serikat serta mengacu pada prinsip ESG," ucap Regional Head for Southeast Asia (ex Malaysia) Franklin Templeton, Dora Seow.

Baca juga : Menteri Bahlil Bawa Investasi 350 Juta Dolar AS Dari Cargill

Strategi tersebut secara jangka menengah dan panjang diyakini akan mengungguli indeks benchmark Russell 3000 sehingga dapat menjadi pilihan diversifikasi investasi yang bagus bagi investor Bank DBS Indonesia. Kesempatan tersebut juga memberikan pondasi bagi pihaknya untuk memberikan peluang yang lebih kompetitif bagi pasar di Indonesia dan kami berkomitmen untuk terus memperluas layanan dan produk bagi pasar Indonesia.

Head of Investment Product & Advisory PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo menyampaikan, Bank DBS Indonesia senantiasa memperkaya pilihan produk investasi karena perseroan mengerti kebutuhan finansial nasabah dan kondisi pasar terkini.

Oleh karena itu, perseroan bekerjasama dengan Bahana TCW menghadirkan Reksa Dana Syariah Bahana US Opportunity Sharia Equity USD yang memiliki strategi investasi yang atraktif.

"Produk ini dapat dibeli melalui Aplikasi digibank by DBS yang menawarkan fleksibilitas investasi dan keleluasaan dalam mengembangkan portofolio, mulai dari kemudahan registrasi Single Investor Identity (SID), pembelian, penjualan, hingga switching secara online sehingga mendukung nasabah dalam menangkap peluang dan mengoptimalisasi portofolio investasinya dari manapun dan kapanpun," ujar Djoko.

Baca juga : DPR Dan OJK Gandeng Arinofa Foundation Sebar Paket Sembako Di Jateng

Ia menambahkan, investor dapat melakukan transaksi pada produk terbaru Reksa Dana Syariah Bahana US Opportunity Sharia Equity USD tersebut melalui seluruh kanal Bank DBS Indonesia sebagai mitra yang ditunjuk menjadi agen penjual efek reksa dana tersebut, termasuk kanal Digibank Reksa Dana yang baru diluncurkan awal Juli lalu. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.