Click Here

Dark/Light Mode

Mobilitas Masyarakat Dibatasi, Stop Program Staycation

Cari Pemasukan, HIN Genjot Bisnis Mamin

Senin, 26 Juli 2021 05:19 WIB
ILUSTRASI. Hotel Inna Grand Bali Beach dari grup PT Hotel Indonesia Natour. (Foto : Istimewa).
ILUSTRASI. Hotel Inna Grand Bali Beach dari grup PT Hotel Indonesia Natour. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Berbagai upaya dilakukan pelaku usaha perhotelan untuk bisa bertahan di tengah pembatasan mobilitas masyarakat. Salah satunya, menggenjot bisnis makanan dan minuman (mamin).

Untuk tetap bisa bertahan, se­lama ini pelaku usaha perhotelan meluncurkan sejumlah program antara lain paket isolasi mandiri (isoman) dan Work From Hotel. Namun, pada masa Pember­lakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, dua program itu sulit dilakukan karena mobilitas masyarakat semakin terbatas. Bahkan, hotel BUMN menghentikan program promosi itu untuk mendukung kebijakan PPKM.

Berita Terkait : Mobilitas Masyarakat Turun, PPKM Darurat Manjur Juga

“Kami ada beberapa paket-paket staycation. Cuma karena sekarang PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyara­kat), jadi kami hentikan se­mentara dulu,” ujar Presiden Direktur PT Hotel Indonesia Natour (Persero) Iswandi Said, kepada Rakyat Merdeka, ke­marin.

Iswandi menegaskan, pihaknya mendukung penuh PPKM yang dilakukan Pemerintah guna menurunkan kasus Covid-19. Diharapkannya, PPKM berjalan sukses sehingga industri pari­wisata bisa kembali menggeliat.

Berita Terkait : Kapan Corona Tamat? Au, Ah...

“Kita semua harus benar-benar disiplin, supaya pembatasan ini bisa segera selesai. Dan bisnis hotel juga mulai bangkit,” imbaunya.

Menurut Iswandi, sejauh ini HIN masih mampu bertahan dengan melakukan sejumlah inovasi. Seperti pemanfaatan layanan digitalisasi dan mengembangkan daftar menu baru untuk sektor bisnis food and beverage atau makanan dan minuman (mamin).

Berita Terkait : Euro 2020 Dimulai, Masyarakat Diingatkan Terapkan Prokes Saat Nobar

Terpisah, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran berpendapat, selama ada pembatasan gerak dan mobilitas masyarakat, maka paket promo apapun yang ditawarkan hotel, tidak berpengaruh.

“Kalau ketat seperti sekarang ya sulit. Sama sekali orang nggak bergerak. Mending di rumah saja kan daripada di hotel,” ucap Maulana kepa­da Rakyat Merdeka, kemarin.
 Selanjutnya