Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mobilitas Masyarakat Dibatasi, Stop Program Staycation
Cari Pemasukan, HIN Genjot Bisnis Mamin
Senin, 26 Juli 2021 05:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Berbagai upaya dilakukan pelaku usaha perhotelan untuk bisa bertahan di tengah pembatasan mobilitas masyarakat. Salah satunya, menggenjot bisnis makanan dan minuman (mamin).
Untuk tetap bisa bertahan, selama ini pelaku usaha perhotelan meluncurkan sejumlah program antara lain paket isolasi mandiri (isoman) dan Work From Hotel. Namun, pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, dua program itu sulit dilakukan karena mobilitas masyarakat semakin terbatas. Bahkan, hotel BUMN menghentikan program promosi itu untuk mendukung kebijakan PPKM.
Baca juga : Mobilitas Masyarakat Turun, PPKM Darurat Manjur Juga
“Kami ada beberapa paket-paket staycation. Cuma karena sekarang PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), jadi kami hentikan sementara dulu,” ujar Presiden Direktur PT Hotel Indonesia Natour (Persero) Iswandi Said, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Iswandi menegaskan, pihaknya mendukung penuh PPKM yang dilakukan Pemerintah guna menurunkan kasus Covid-19. Diharapkannya, PPKM berjalan sukses sehingga industri pariwisata bisa kembali menggeliat.
Baca juga : Kapan Corona Tamat? Au, Ah...
“Kita semua harus benar-benar disiplin, supaya pembatasan ini bisa segera selesai. Dan bisnis hotel juga mulai bangkit,” imbaunya.
Menurut Iswandi, sejauh ini HIN masih mampu bertahan dengan melakukan sejumlah inovasi. Seperti pemanfaatan layanan digitalisasi dan mengembangkan daftar menu baru untuk sektor bisnis food and beverage atau makanan dan minuman (mamin).
Baca juga : Euro 2020 Dimulai, Masyarakat Diingatkan Terapkan Prokes Saat Nobar
Terpisah, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran berpendapat, selama ada pembatasan gerak dan mobilitas masyarakat, maka paket promo apapun yang ditawarkan hotel, tidak berpengaruh.
“Kalau ketat seperti sekarang ya sulit. Sama sekali orang nggak bergerak. Mending di rumah saja kan daripada di hotel,” ucap Maulana kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya