Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pencurian Data Mengancam
Keamanan Konsumen Kudu Jadi Prioritas E-commerce
Senin, 6 Mei 2019 04:54 WIB
Sebelumnya
Menurutnya, sistem keamanan menjadi keharusan bagi para pemimpin bisnis. Karena, konsumen terus mengandalkan perusahaan dalam menjalankan langkah untuk meningkatkan keamanan dan perlindungan dalam interaksi digital, juga karena pendekatan yang mudah.
Ia mengatakan, transparansi adalah penentu utama lainnya dalam membangun kepercayaan bersama. “Laporan juga menemukan bahwa 88 persen konsumen Indonesia mengharapkan transparansi penuh dari para bisnis mengenai bagaimana informasi milik mereka digunakan,” tuturnya.
Memahami kebutuhan ini, 64 persen bisnis Indonesia yang disurvei menanamkan modal pada program yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dalam enam bulan terakhir. 70 persen perusahaan berencana menanamkan modal lagi untuk hal-hal seperti ini.
Baca juga : Hujan Lebat Masih Mengancam Wilayah Indonesia
Andalkan ATM
CEO Blibli.com Kustomo Martono mengungkapkan, sistem pembayaran yang aman masih menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku e-commerce. Saat ini konsumen e-commerce masih mengandalkan pembayaran melalui transfer ATM saat melakukan transaksi. Ia mengatakan, sistem pembayaran merupakan salah satu elemen terpenting dalam pengembangan e-commerce.
“Kami masih mengembangkan sistem pembayaran yang aman dan nyaman. Ini masih menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku e-commerce,” ujar Kustomo.
Baca juga : Bedakan Kasus Pribadi Dan Umum
Managing Director Ipsos Indonesia Soeprapto Tan memaparkan hasil studinya mengenai kinerja industri e-commerce. Berdasarkan pengamatannya, pengguna e-commerce ternyata masih mengandalkan alat pembayaran melalui transfer di ATM sebesar 26 persen.
Sementara di posisi kedua adalah melalui e-banking atau online payment. “Ini menarik dimana ternyata konsumen ecommerce masih membutuhkan cara offline dalam pembayaran mereka,” ucap Soeprapto Tan.
Dia mengatakan, pelaku ecommerce perlu melakukan sinergi dengan industri manufaktur nasional dalam memasuki era 4.0. Dengan demikian, produk yang dijual dalam platform e-commerce bisa didominasi oleh barang-barang dalam negeri.
Baca juga : Kapolri Menjamin Keamanan Sektor Pariwisata & Energi
Menurutnya, ada empat pilar utama yang perlu mendapatkan perhatian dalam mengantisipasi era e-commerce di Indonesia. Empat pilar tersebut adah infrastruktur, teknologi dan inovasi terbaru, diversifikasi kategori, dan kemampuan industri kreatif dalam memanfaatkan platform yang tersedia. (ASI)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya