Dark/Light Mode

Gandeng ITS

PIS Kaji Penggunaan LNG Untuk Bahan Bakar Kapal Pertamina

Minggu, 1 Agustus 2021 20:01 WIB
Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Erry Widiastono (kanan) dan Rektor ITS, Prof. Mochamad Ashari  menunjukan perjanjian mengenai kajian penggunaan LNG sebagai Alternative Fuel kapal milik Pertamina.
Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Erry Widiastono (kanan) dan Rektor ITS, Prof. Mochamad Ashari menunjukan perjanjian mengenai kajian penggunaan LNG sebagai Alternative Fuel kapal milik Pertamina.

 Sebelumnya 
Haryo juga mengungkapkan harapannya di tahun ini sudah ada inisiasi terkait perubahan bunkering LNG di transportasi laut, khususnya di Pertamina Group.

“Kami dari PGN juga mengajak PT Pertamina Trans Kontinental untuk dapat melakukan piloting kajian ini,” ungkap Haryo.

Implementasi hasil kajian tersebut kelak akan berdampak positif tidak saja bagi bisnis, namun juga bagi lingkungan.

Hal ini langsung ditanggapi dengan antusias oleh Direktur Utama Pertamina Trans Kontinental, Nepos MT Pakpahan.

Baca juga : Gandeng LG, Hyundai Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik Di Karawang

Pihaknya akan turut berkolaborasi dan siap menjadi Pilot Project dengan armada yang dimiliki PTK, untuk bekerja sama dengan ITS dan juga PGN dalam mewujudkan proses bisnis ramah lingkungan di lingkungan perkapalan.

"Tug Boat atau AHTS milik PTK siap jadi Pilot Project dengan pertimbangan teknis, budget, dan dampak operasinya akan lebih mudah dikelola " ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Erry Widiastono juga menjelaskan bahwa HoA ini merupakan salah satu langkah konkrit Green Shipping Energy hasil sinergi antar subholding pertamina dan civitas akademi.

Disebutkan, PT PIS saat ini turut mengambil peran untuk menerapkan dekarbonisasi dalam proses operasional bisnis perusahaan. Hal ini untuk menunjang visi PIS menjadi green shipping company.

Baca juga : KPK: Pengukuhan Hutan Untuk Kepastian Hukum Dan Investasi

Oleh karena itu, kajian ini nantinya akan dimanfaatkan untuk altenative fuel kapal menuju LNG untuk mendukung pengurangan emisi karbon atau dekarbonisasi.

“Selain itu, adanya HoA ini selaras dengan konsep virtual pipeline penyediaan energi untuk negeri” jelas Erry.

Sasaran program berikutnya terkait kapal existing yang di-operasikan PT PIS, yakni dengan melakukan penambahan/upgrading/retrofit untuk mengurangi emisi gas buang.

Dan, salah satu program unggulan yang saat ini sedang dilakukan adalah dengan melakukan perubahan pola supply engine berbahan bakar LSFO/HFO/MDO dengan penggunaan LNG sebagai salah satu alternatif bahan bakar yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Baca juga : Gandeng Industri, Pemprov Banten Siapkan Oksigen Untuk Pasien Covid-19

Adanya Head of Agreement (HoA) kajian serta pilot project dengan menggandeng civitas akademi ini harapannya dapat mempererat sinergi antara PIS dan PGN tidak hanya berimplikasi secara bisnis.

Namun juga memiliki semangat dan kolaborasi mewujudkan penerapan environmental, social, dan good governance (ESG) dari Pertamina Group dalam rangka mendukung pengurangan emisi gas karbon serta mewujudkan Green Shipping Energy. [FAZ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.