Dark/Light Mode

Mundur Dari Komisaris Garuda

Niat Yenny Tulus Dan Mulia

Sabtu, 14 Agustus 2021 08:16 WIB
Yenny Wahid (Foto: Instagram/yennywahid)
Yenny Wahid (Foto: Instagram/yennywahid)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kabar mengejutkan datang dari Yenny Wahid. Putri almarhum Gus Dur ini, memilih mundur dari jabatannya sebagai Komisaris Independen PT Garuda Indonesia. Yenny mengundurkan diri dengan niat tulus dan mulia, agar Garuda yang sekarang terbelit utang bisa melakukan efisiensi sehingga bisa terbang lebih perkasa lagi. 

Pengunduran diri tersebut disampaikan Yenny di akun Twitter miliknya, @Yennywahid, kemarin siang, bersamaan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Garuda. Kata dia, akibat pandemi, Garuda mengalami penurunan pendapatan drastis. 

Berita Terkait : Efisiensi, Jumlah Komisaris Dan Direksi Garuda Dipangkas

"Untuk penghematan biaya, saya memutuskan mengundurkan diri dari posisi komisaris independen. Semoga hal ini bisa membantu meringankan Garuda," cuit perempuan bernama lengkap Zannuba Arifah itu.

Yenny juga membagikan video saat ia ke Kantor Kementerian BUMN untuk menyerahkan surat pengunduran diri. Mengenakan kemeja hitam dengan kerudung merah muda, Yenny datang bersama Triawan Munaf. 

Berita Terkait : Yenny Wahid Mundur Dari Kursi Komisaris Garuda Indonesia

"Memang sedih sekali, tapi ini adalah upaya kecil saya untuk membantu Garuda Indonesia. Untuk efisiensi dan tekan biaya yang selama ini terus membebaninya," ujar Yenny, sambil menenteng surat pengunduran dirinya. 

Ia mengaku, mulanya segan masuk di jajaran dewan komisaris. Namun, saat masuk, ia makin jatuh cinta kepada Garuda, meski masalahnya seabrek-abrek. 

Berita Terkait : Nigeria Panggil Pulang Dubes Di Jakarta

Yenny diangkat sebagai komisaris Garuda dalam RUPS 22 Januari 2020. Selain Yenny, komisaris lainnya, Peter Frans Gontha, juga memilih mengundurkan diri. 

Garuda memang punya masalah seabrek. Pendapatan perseroan menurun drastis, sementara biaya-biaya operasional masih tinggi. Terakhir, maskapai pelat merah itu, memiliki utang Rp 70 triliun dan selalu bertambah Rp 1 triliun setiap bulan.
 Selanjutnya