Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pisang lokal kini menjadi primadona buah unggulan di Indonesia. Tidak hanya bisa mencukupi permintaan dalam negeri, pisang lokal juga bisa bersaing dalam pasar global.
Hal ini disampaikan Dirjen Hortikultura Suwandi pada kunjungan kerja ke Kabupaten Tanggamus, Lampung, Jumat (10/5). Dalam kunjungan kerja ini, Suwandi bertandang ke tempat produksi pisang lokal yang dikelola Koperasi Tani Hijau Makmur. Koperasi ini memproduksi, menanam salah satunya pisang mas kirana.
Hasil pisang ini, kata Suwandi, bisa memenuhi permintaan pasar lokal. "Bahkan, dengan kualitas yang bagus bisa masuk ke supermarket dan sudah kita ekspor ke luar," ujarnya.
Suwandi menjelaskan, pisang tersebar di pelosok nusantara, di antaranya di Lampung. Proses penanaman pisang sampai panen membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan. Agar kulit pisang mulus dan bebas dari penyakit, jantung pisang diberi perlakuan suntik dengan zat organik ramah lingkungan.
Baca juga : Prof Tjipta Lesmana Luruskan Masalah Data Pertanian
Setelah dipanen, pisang-pisang ini memasuki proses pembersihan dimana pisang akan dicuci dan dilap. "Setelah bersih, pisang-pisang ini juga akan melalui proses penirisan sebanyak 2 kali sehingga terbebas dari kotoran dan serangga atau hama," jelasnya.
Semua pisang bersih, lanjut dia, kemudian akan di Grading dengan cara ditimbang satu-persatu. Misal pisang dengan berat 0,8 kilogram masuk ke grade A, sedangkan pisang dengan berat 0,67 kilogram masuk ke grade B. Proses selanjutnya pisang ini akan disusun dalam kardus dengan total berat 11 kilogram perkardusnya.
“Semua pisang ini dalam keadaan mentah, dan akan matang dalam waktu 4 hari jika disimpan dalam suhu 14 derajat," ujar Suwandi.
Lalu bagaimana pemanfaatan pisang yang reject? Suwandi menekankan nantinya akan diolah menjadi sale pisang, sehingga tetap memberikan nilai tambah atau pendapatan bagi petani. Untuk rasanya sale pisang mas mempunya rasa yang paling manis dibandingkan jenis lainnya.
Baca juga : Jadi Tersangka Makar, Eggi Dijerat 5 Pasal
"Sale pisang ini juga mempunyai pasar yang cukup besar, salah satunya untuk Sumedang Jawa Barat," ucapnya.
Lebih lanjut Suwandi mengatakan bahwa pisang mas sangat diminati oleh konsumen di Singapura dan China. Tidak hanya pisang mas, di Lampung ini sudah mengekspor pisang cavendish. Imagenya Indonesia itu masih impor pisang, saya katakan itu tidak benar, kita tidak ada impor pisang, bahkan kita sudah ekspor pisang.
“Jadi, mari bersama kembangkan potensi pisang ini, sehingga kedepan bisa memasok kebutuhan pasar lokal dan luar negeri. Cintai produksi dalam negeri, konsumsi pangan lokal dan viva republik Indonesia. Salam dari lampung," tandas Suwandi.
Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Achmad Chrisna Putra mengatakan bahwa ada 3 jenis pisang yang dibudidayakan, yakni pisang mas kirana, barangan dan cavendish. Untuk lahannya di Lampung ini totalnya bisa mencapai 1.000 hektar, khusus di Tanggamus 500 hektar.
Baca juga : KPPS Sakit Juga Dijamin Negara
“Untuk penanamannya kami mengembangkan dengan kultur jaringan, jadi tanamannya bisa tumbuh seragam dan kompak," katanya.
Staf PT Great Giant Pineapple yang menangani pisang di Tanggamus Sigit menambahkan, permintaan pasar dalam negeri sampai 3.000 kardus perminggu, sedangkan yang bisa dipasok dari daerah sini baru 500 kardus perminggu. Yang artinya masih ada peluang pasar sekitar 6 kali lipat dari pemasok sekarang, artinya potensi pasar luar biasa.
“Tidak hanya potensi pasar dalam negeri, potensi pasar luar negeri juga sangat besar," sebutnya. Untuk Singapura, permintaan sebanyak 1 kontainer sekitar 5,6 ton per minggu dan China sebanyak 2 kontainer sekitar 10 ton lebih perminggu. Realisasinya permintaan sebanyak ini baru bisa kami penuhi hanya 108 kardus.
"Hal ini menjadi peluang besar hampir 15 kali lipat," pungkas Sigit. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya