Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah kembali dibuka menguat. Rupiah dibuka menguat 0,02 persen ke level Rp 14.265 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp 14.268 per dolar AS.
Mayoritas mata uang di kawasan Asia mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Baht Thailand melemah 0,24 persen, yen Jepang minus 0,16 persen, dolar Taiwan turun 0,14 persen, yuan China minus 0,03 persen dan dolar Hong Kong minus 0,004 persen.
Baca juga : Dibuka Kinclong, Rupiah Masih Belum Aman
Indeks dolar AS terhadap enam mata uang saingannya turun 0,065 persen mencapai level 92,395. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,04 persen ke level Rp 16.846, terhadap poundsterling Inggris naik 0,09 persen ke level Rp 19.611, dan terhadap dolar Australia melemah 0,03 persen ke level Rp 10.441.
Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, lemahnya indeks dolar AS tak lain disebabkan karena investor melihat data pekerjaan AS yang nantinya bisa mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve AS.
Baca juga : Bank Sentral AS Kurangi Stimulus, Rupiah Babak Belur
Greenback telah berjuang sejak Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa tapering dapat dimulai tahun ini. Tetapi bank sentral tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.
“Investor pun saat ini fokus pada putaran data AS akhir pekan ini untuk mengukur kekuatan pasar tenaga kerja. Hal ini diyakini menentukan kapan Fed dapat mulai memperketat kebijakannya,” jelas Ibrahim dalam risetnya, Rabu (1/9).
Baca juga : Banyuwangi Siap Jadi Sentra Beras Nasional
Dari dalam negeri, sentimen masih didukung dari penurunan positif Covid-19. Di mana tingkat positivity rate menurun dalam sepekan terakhir dan tingkat keterisian tempat tidur RS Covid-19 juga mengalami penurunan dalam sepekan terakhir ini.
“Untuk perdagangan hari ini, rupiah diproyeksi bergerak berfluktuatif. Namun ditutup menguat di rentang Rp 14.230 hingga Rp 14.300 per dolar AS,” tandasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya