Dark/Light Mode

Gelar Event UKM Festival 2021, Kemenkop UKM Dorong UMKM PLUT Go Digital Dan Go Global

Rabu, 8 September 2021 13:27 WIB
Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman. (Foto: Istimewa)
Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Teten menegaskan, Presiden Jokowi telah mengamanatkan pendekatan pembangunan ekonomi nasional ke depan akan berbasis usaha mikro, kecil dan menengah.

"Karena itu target UMKM naik kelas, akan menjadi pondasi untuk memperkuat ekonomi masyarakat dengan mempermudah akses pembiayaan, mendorong UKM ke pasar yang lebih luas dan sekaligus masuk ke dalam pasar global," ujar Menteri Teten.

Hadirnya PLUT lanjutnya, diharapkan dapat mendorong UMKM untuk onboarding kedalam ekosistem digital. Teten juga berharap, semoga ajang ini dapat menjadikan UMKM yang tangguh, Go-Digital, dan Go-Global.

Baca juga : Gelar Tesca, Telkom Dorong Pertumbuhan Talenta Digital

"Serta dapat memacu PLUT untuk lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada UMKM di wilayahnya masing-masing," imbuh Teten.

Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman menuturkan, UKM Festival 2021 dimaksudkan untuk menampilkan PLUT yang selama ini kurang dikenal.

Padahal kata Hanung, sudah banyak UMKM PLUT yang memiliki standarisasi dan kualitas yang bagus. “Jadi ajang ini juga sebagai sarana komunikasi PLUT dengan kementerian. Mencoba mencari jalan keluar, solusi terhadap berbagai kendala mulai dari perizinan, pembiayaan hingga akses pasar yang dihadapi UMKM PLUT,” jelas Hanung di kesempatan yang sama.

Baca juga : Gaet Shopee, Kemenkop UKM Ajak UMKM Promo Lewat Live Shopping

Kemenkop UKM lanjutnya, ingin PLUT tak hanya menjadi pusat pembinaan tetapi juga sebagai sarana logistik bagi UMKM yang siap masuk ke pasar digital dan global yang lebih luas.

Diakuinya, pandemi Covid-19 berdampak pada terganggunya aktivitas ekonomi, khususnya UMKM karena adanya pembatasan aktivitas sosial dalam bentuk PSBB dan PPKM. Memberikan tekanan terhadap UMKM baik sisi supply maupun demand, mulai dari penurunan omzet hingga penutupan usaha karena menurunnya daya beli masyarakat.

Hanung mengutip, dari Survei Bank Dunia 2020 menunjukkan, 80 persen UMKM Indonesia mengalami penurunan penjualan, 77 persen mengalami penurunan cash flow, 73 persen mengalami penurunan bahan baku dan 40 persen tutup sementara.

Baca juga : Supaya Naik Kelas, Kemenkop UKM Dorong Koperasi Bikin Holding

Hingga kini, sudah terdapat 71 PLUT yang difasilitasi pembangunannya oleh KemenkopUKM dengan jumlah pendamping sebanyak 354 pendamping di mana 264 orang sudah tersertifikasi.

Hanung menegaskan, PLUT diharapkan dapat mendorong terjadinya akselerasi digital UMKM setempat melalui pelatihan dan pendampingan yang diberikan.

Sehingga target UMKM digital secara bertahap dari tahun 2021 sebanyak 13,7 juta, 2022 sebanyak 19 juta, 2023 sebanyak 24,5 juta dan 2024 sebanyak 30 juta dapat tercapai lebih cepat. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.