Dark/Light Mode

Survei BI: Penjualan Eceran Juli Membaik

Kamis, 9 September 2021 12:16 WIB
Gedung Bank Indonesia. (Foto: ist)
Gedung Bank Indonesia. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) memperlihatkan kinerja penjualan eceran Juli 2021 membaik. Responden juga memproyeksi kinerja penjualan eceran terus membaik pada Agustus 2021.

Hal ini tercermin dari IPR Agustus 2021 yang diprakirakan sebesar 196,5, atau secara bulanan tumbuh 4,3 persen (mtm). Perbaikan tersebut ditopang oleh hampir semua kelompok, terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesoris, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. 

"Responden menyampaikan perkiraan peningkatan tersebut sejalan dengan mobilitas yang mulai membaik, seiring dengan relaksasi pembatasan aktivitas masyarakat dan permintaan domestik yang meningkat," jelas keterangan BI yang dikutip, Kamis (9/9).

Berita Terkait : Survei ASI: Ditinggal Amien, Elektabilitas PAN Dan Zulhas Melejit

Membaiknya kinerja penjualan eceran pada Juli 2021 tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli yang tercatat 188,5 atau tumbuh -5,0 persen, membaik dengan kontraksi yang lebih kecil dari bulan  sebelumnya -12,8 persen (mtm). 

"Perbaikan tersebut terutama bersumber dari Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau," katanya. 

Responden menyampaikan permintaan untuk kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau diperkirakan masih cukup baik, didukung berbagai strategi seperti penjualan secara online/pesan antar yang meningkat, di tengah kebijakan pembatasan mobilitas.

Berita Terkait : MRT Sabet Penghargaan Pelayanan Transportasi Publik Berbasis Teknologi

Secara tahunan, penjualan eceran pada Agustus 2021 diprakirakan membaik meski masih dalam fase kontraksi (-0,1 persen, yoy). Hal ini ditopang oleh perbaikan kinerja di hampir semua kelompok, terutama Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor serta Makanan, Minuman dan Tembakau yang tercatat positif. 

Sementara itu, kinerja penjualan eceran secara tahunan pada Juli 2021 mengalami kontraksi 2,9 persen (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,5 persen (yoy), terutama dipengaruhi oleh Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Barang Budaya dan Rekreasi. 

Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada Oktober 2021 dan Januari 2022 diprakirakan meningkat. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada Oktober 2021 sebesar 123,0, lebih tinggi dari bulan sebelumnya. 

Berita Terkait : Sri Mulyani: APBN Kerja Keras Hadapi Pandemi Corona

Sementara itu, IEH Januari 2022 sebesar 134,2, lebih tinggi dari IEH pada bulan sebelumnya sebesar 129,3. Responden menyatakan hal tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku. [DWI]