Dark/Light Mode

Data Ekonomi AS Positif, Rupiah Makin Tak Berkutik

Jumat, 10 September 2021 09:44 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jelang akhir pekan rupiah kembali loyo. Rupiah dibuka Rp 14.255 per dolar AS atau melemah 0,02 persen dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.252 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di Asia melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina turun 0,03 persen, ringgit Malaysia minus 0,01 persen, won Korea minus 0,28 persen, yen Jepang melemah 0,03 persen, baht Thailand turun 0,1 persen, dan dolar Singapura turun 0,02 persen.

Berita Terkait : Pasar Hati-Hati, Rupiah Anjlok Lagi

Indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama saingannya menguat 0,03 persen ke level 92,509. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,54 persen ke level Rp 16.834, terhadap poundsterling Inggris naik 0,50 persen ke level Rp 19.708, terhadap dolar Australia juga menguat 0,55 persen ke level Rp 10.489.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra melihat, rupiah berpeluang kembali tertekan hari ini. Disebabkan, data ekonomi AS berupa klaim tunjangan pengangguran mingguan menunjukkan hal positif. Data ini menunjukkan jumlah klaim terendah dalam 18 bulan, artinya sudah semakin banyak warga AS yang bekerja kembali.

Berita Terkait : Dolar AS Ngamuk, Rupiah Kembali Loyo

“Data ini juga mengartikan bahwa situasi tenaga kerja AS mulai membaik. Dengan begitu, potensi The Fed untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter (tapering off) akan semakin terbuka pada akhir 2021,” terangnya, Jumat (10/9).

Arison mengatakan, dolar AS pun bisa menguat dengan kemungkinan tersebut. Sehingga hal ini membuat rupiah berpotensi melemah ke arah Rp 14.230 per dolar AS hingga Rp 14.280 per dolar AS. [DWI]