Dewan Pers

Dark/Light Mode

SPKS Beri Bantuan Ribuan Petani Sawit Terdampak Pandemi

Minggu, 26 September 2021 09:21 WIB
SPKS sebar paket bantuan darurat kepada sekitar 1.600 petani sawit kecil di 14 kabupaten sentral sawit di Indonesia. (Foto: Ist)
SPKS sebar paket bantuan darurat kepada sekitar 1.600 petani sawit kecil di 14 kabupaten sentral sawit di Indonesia. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menanggapi pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia, Serikat Petani Kelapa Sawit Indonesia (SPKS) pada peringatan Hari Tani Nasional 2021 menyalurkan paket bantuan darurat kepada sekitar 1.600 petani sawit kecil di 14 kabupaten sentral sawit di Indonesia.

SPKS mencatat, sejak merebaknya COVID-19 pada Maret 2020 hingga saat ini, petani kelapa sawit sudah merasakan dampaknya terhadap pendapatan mereka. Meskipun harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini tergolong baik, sekitar Rp 1.500- Rp 2.500 per kg. Namun  petani kelapa sawit skala kecil masih mendapatkan harga yang jauh lebih rendah, yaitu di bawah Rp 1.500 per kg karena harus menjual produknya melalui tengkulak.

Sementara itu, harga kebutuhan pokok dan biaya pengelolaan perkebunan rakyat juga mengalami kenaikan di masa pandemi Covid-19. Pemberlakuan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari bulan Juli lalu, membatasi aktivitas masyarakat akibatnya pandemi Covid-19 di Indonesia tidak hanya berdampak pada kesehatan tetapi juga mempengaruhi kesejahteraan, penghidupan, aktivitas sehari-hari dan perekonomian masyarakat Indonesia, termasuk petani kelapa sawit.

Berita Terkait : Masih Banyak Petani Yang Belum Sejahtera

"Sangat penting bahwa kita perlu bekerja sama, berkolaborasi, dan saling membantu selama masa sulit ini. Dengan semua kesulitan yang sedang berlangsung, dan sekarang dengan pandemi Covid-19, adalah kunci untuk mendukung petani kecil kami untuk memungkinkan mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga untuk dapat terus melakukan praktik berkelanjutan," ujar Sekjen SPKS Mansuetus Darto dalam keterangannya, Minggu (26/9).

SPKS sebagai salah satu organisasi petani kelapa sawit yang berkomitmen untuk produksi Bebas Deforestasi dan anggota Pendekatan Stok Karbon Tinggi (HCSA), menerima dukungan dana dari sebuah yayasan yang berbasis di Inggris melalui HCSA.

Dukungan ini disalurkan oleh SPKS kepada petani kecil yang mengelola lahan kurang dari 2 hektare atau petani kecil, mendukung konservasi hutan dan prinsip Bebas Deforestasi di bawah HCSA.

Berita Terkait : Mendag Bantu Angkat Derita Peternak Ayam Petelur

Paket bantuan darurat tersebut berupa sembako (beras, gula, minyak goreng, telur dan mie instan, serta susu kaleng) berjumlah 1.600 paket untuk dibagikan kepada 1.600 petani skala kecil. Selain sembako, sebanyak 7.500 masker kain dan lima tabung oksigen juga bagikan. Lokasi pendistribusian tersebar di 13 kabupaten, yaitu di Kecamatan Sanggau, Sekadau, Sintang, Paser, Kobar, Seruyan, Labura, Rokan Hulu, Kuansing, Siak, Pelalawan, dan Muba, yang merupakan lokasi anggota dari SPKS.

Dengan bantuan darurat ini, para petani kelapa sawit dapat mempertahankan praktik berkelanjutan mereka sambil melestarikan hutan sebagai rumah sakit tradisional bagi masyarakat pedesaan.

"Setiap segmen rantai pasokan itu penting. Kita harus siap untuk mendukung keberlanjutan seluruh rantai pasokan, terutama bagi petani kecil karena mereka tidak memiliki banyak hal untuk memulai, sebagian besar sumber daya mereka telah diambil dari mereka atau tidak tersedia lagi bagi mereka," kata Aida Greenbury, penasihat senior keberlanjutan di SPKS.

Berita Terkait : BPS Anugrahi Kementan Sebagai Mitra Terbaik Satu Data

Albertus Darius, salah satu petani kelapa sawit dengan lahan pertanian seluas 1,8 hektare yang membantu menjaga hutan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, berterima kasih kepada SPKS atas bantuan yang mereka terima dalam situasi sulit saat ini.

Sementara itu, Iwan Himawan, petani kelapa sawit yang merupakan kepala desa Krayan Bahagia di Paser Kalimantan Timur mengatakan, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk meringankan beban keluarga petani di masa pandemi.

Yusro Fadli petani sawit yang juga Ketua SPKS Kabupaten Rokan Hulu Riau bantuan ini sangat bermanfaat untuk petani sawit yang terdampak Pandemi Covid-19. Dia pun mengajak kepada Perusahaan Perkebunan Sawit atau Pabrik Kelapa Sawit serta stakeholder yang bergerak di sektor sawit agar lebih peka memberikan perhatian kepada petani sawit skala kecil yang terdampak pandemi Covid-19. [TIF]