Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
SugarCo Patok Swasembada 2024
BUMN Diharapkan Ubah RI Jadi Eksportir Gula
Minggu, 3 Oktober 2021 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Langkah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggenjot pembenahan industri gula nasional, mendapat sambutan positif. Langkah itu dinilai sangat dibutuhkan untuk melepas Indonesia dari ketergantungan impor terhadap komoditas tersebut.
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arumdriya Murwani menilai, langkah Kementerian BUMN tersebut sudah tepat. Program itu menciptakan proses produksi gula yang lebih efisien dan membantu petani.
“Langkah itu nanti akan mempengaruhi daya saing industri gula di dalam negeri, baik untuk diserap oleh pasar nasional maupun sebagai komoditas ekspor,” ujar Arumdriya kepada Rakyat Merdeka kemarin.
Baca juga : Muamalat Diharapkan Bisa Dongkrak Ekonomi Syariah
Dia mengatakan, pembenahan industri gula memang sangat dibutuhkan. Karena, pabrik-pabrik gula di Tanah Air sudah tua. Serta, tidak memiliki skala keekonomian yang optimal untuk memproduksi gula dengan harga yang terjangkau. Hal ini terlihat pada tingkat rendemen gula Indonesia tahun 2020 adalah 7,17 persen. Artinya, optimalisasi kinerja pabrik gula dan peningkatan kualitas tebu domestik diperlukan agar tingkat rendemen gula naik dan meningkatkan produktivitas sektor gula nasional.
“Makanya, revitalisasi pabrik dan tindakan lain yang sifatnya membantu menurunkan biaya produksi industri gula, memang sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Ia optimistis, jika langkah tersebut konsisten dilakukan, maka produktivitas tebu pelan-pelan dapat ditingkatkan. Sehingga gula bisa menjadi komoditas ekspor dan menguntungkan Indonesia.
Baca juga : Persebaya Vs Bhayangkara FC, Mental Bajol Ijo Jadi Sorotan
Di kesempatan terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pihaknya tengah berupaya menurunkan impor gula konsumsi dengan pendirian SugarCo (Sugar Company). Langkah ini sebagai bentuk refocusing bisnis dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero).
Ia melihat, banyak terjadi permainan di industri gula dalam negeri. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab Indonesia masih sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi.
“Nah, hal-hal ini juga akan diikuti dengan focusing kepada SugarCo, gula untuk konsumsi, selama ini kita impor terus. Ada permainan di sana sini,” ungkapnya, dalam talk show inspiratif bertajuk ‘Bangkit Bareng’ secara virtual, di Jakarta, Selasa (28/9).
Baca juga : PTPN III Patok 2025 Swasembada Gula
Rencananya, SugarCo akan memiliki 35 Pabrik Gula (PG) dari 7 PTPN. Dan ditargetkan bisa mendapatkan investor dari lini bisnis yang sama tahun ini dengan nilai investasi mencapai Rp 23 triliun.
Terpisah, Direktur Produksi dan Pengembangan Holding PTPN III Mahmudi mengaku, perseroan telah memulai langkah-langkah menuju swasembada gula konsumsi. Salah satunya dengan membentuk Sugar Company. Meskipun, menurutnya, upaya swasembada gula dari tahun ke tahun terus dicanangkan, namun tetap menyisakan berbagai persoalan. Salah satunya, pendapatan petani tebu yang masih rendah. Sehingga perlu dukungan dari perusahaan pabrik gula berbasis tebu untuk meningkatan Sisa Hasil Usaha (SHU) para mitra petani setiap tahunnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya