Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bisa Menghemat Devisa

Pegadaian Punya Modal Untuk Jadi Bank Emas

Senin, 4 Oktober 2021 06:50 WIB
PT. Pegadaian. (Foto: Istimewa).
PT. Pegadaian. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Meskipun masih wacana, PT Pegadaian (Persero) menyatakan siap menjadi Bank Emas. Pasalnya, perusahaan pelat merah tersebut sudah memiliki infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung rencana itu.

Corporate Secretary Pegadaian R Swasono Amoeng Wido­do menjelaskan, dari sisi in­frastruktur, Pegadaian telah siap jika memang ditunjuk sebagai bullion bank (bank emas). Na­mun saat ini, ditegaskannya, ide itu masih dalam tahap kajian.

“Belum sama sekali (ada keputusan). Karena memang masih wacana. Tapi kami sudah memiliki infrastruktur dan cikal bakal dari tabungan emas milik Pegadaian,” jelas Amoeng kepa­da Rakyat Merdeka, kemarin.

Diakui Amoeng, Pegadaian terlibat dalam bagian work­ing group kajian pembentukan bullion bank. Group kajian itu dikoordinir oleh Kemenko Perekonomian dan Kemenkeu (Kementerian Keuangan).

Berita Terkait : Risma Marah-marah, HNW: Tak Selesaikan Masalah Dan Jatuhkan Marwah

“OJK (Otoritas Jasa Keuangan) juga bagian dari working group dan telah memberikan saran terhadap kajian ekosistem bullion bank,” ujarnya.

Amoeng menerangkan, di luar negeri, pendirian bullion bank mempertimbangkan latar belakang, kondisi perdagangan emas dan tujuan pendirian bul­lion bank.

“Pegadaian pada prinsipnya akan men-support keputusan pemerintah dalam mensuk­seskan bullion bank ini,” ucap Amoeng.

Sebagai informasi, dalam layanan tabungan emas di Pe­gadaian, saat ini sudah bisa digunakan untuk pembelian dan penjualan emas. Caranya, yaitu dengan membeli emas dalam bentuk logam mulia 24 karat seperti pola menabung. Nasabah hanya menyetor uang yang ke­mudian dikonversikan ke dalam gram emas batangan.

Berita Terkait : BPIP Mengukuhkan Duta Pancasila Paskibraka Babel

Terpisah, pengamat komoditas Ariston Tjendra mengatakan, saat ini emas bukan hanya seba­gai aset investasi dan komoditas industri. Karena emas sudah sering dijadikan sarana hedging atau lindung nilai.

Ditambah lagi pergerakan har­ganya juga berkorelasi dengan pergerakan aset investasi lain. Mulai dari saham, nilai tukar, obligasi, dan lainnya.

“Jadi, konsep bullion bank ke depan mungkin saja bisa sebagai pembiayaan, simpan pinjam, produk investasi, jual beli emas,” terang Ariston kepa­da Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut dia, rencana Pemerintah membangun bank emas akan menjadi versi pengembangan dari tabungan emas yang ada sekarang. Ia menjelaskan, konsep bullion bank di luar negeri, secara umum 95 persen yang diperdagangkan itu adalah sertifikat kepemilikan emas. Itu yang berlaku di LBMA (London Bullion Market Association).

Berita Terkait : KPK: Mereka Jadi Orang Bebas

Ariston setuju jika Pemerin­tah membentuk bullion bank, karena akan menguntungkan banyak pihak.Hal ini bisa menghemat devisa dalam ben­tuk emas.
 Selanjutnya