Dark/Light Mode

Rawan Diselewengkan, Pemerintah Disarankan Koreksi Harga Solar Subsidi

Rabu, 20 Oktober 2021 20:58 WIB
SPBU. (Foto: pertamina.com)
SPBU. (Foto: pertamina.com)

 Sebelumnya 
Logikanya, jika kekosongan solar subsidi terjadi pada seluruh SPBU di seluruh Tanah Air, media dan elit politik dan masyarakat, pasti sudah bersuara.

Sofyano juga meyakini kekosongan solar subsidi di beberapa SPBU tidaklah berarti bahwa stok BBM solar (B30) di negeri ini menipis atau bermasalah.

Baca juga : Setjen DPD Canangkan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip

"Ini bisa dibuktikan dengan tidak terganggunya distribusi atau penjualan solar B30 buat keperluan industri dan marines (kapal-kapal). Jika solar bermasalah tentu nya pihak industri dan pelayaran pasti sudah berteriak," beber Sofyano.

Dia kemudian menyarankan, agar kekosongan solar yang terjadi baru-baru ini tidak dipolitisir atau didramatisir pihak tertentu, maka Pertamina dan BPH Migas sebaiknya menyampaikan ke publik, SPBU mana saja yang sempat mengalami kekosongan solar subsidi. Dan tentu saja, dijelaskan juga penyebabnya.

Baca juga : Cegah Gelombang 3 Covid Di Akhir Tahun, Pemerintah Jalankan 6 Strategi Ini

"Bukankah Pertamina sudah lakukan program digitalisasi juga pada SPBU-SPBU? Tentunya masalah kekosongan SPBU sangat mudah dan cepat bisa diketahui terjadinya dan apa penyebabnya dengan digitalisasi yang ada," tandasnya. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.